0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelajar Asal Batang Diduga Suspect Difteri

Ilustrasi Pasien (merdeka.com)

Timlo.net — Seorang pelajar di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) dikabarkan terindikasi difteri. Adanya laporan pelajar yang terindikasi difteri ini ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Sleman dengan menerjunkan tim surveilans untuk melakukan penyelidikan.

“Baru tadi pagi kita menerima laporan, ada satu pelajar laki-laki usia 14 tahun, diduga suspect difteri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Nurulhayah, Senin (11/12).

Nurulhayah menerangkan pelajar yang terindikasi difteri ini merupakan pelajar asal Batang, Jawa Tengah tetapi sedang menempuh pendidikan di Sleman. Pelajar tersebut saat ini sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Semarang, Jawa Tengah.

“Saat ini tim surveilans tengah berangkat ke Semarang untuk memastikan apakah pelajar tersebut positif difteri. Selain itu, Dinas Kesehatan juga menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan dengan metode observasi lingkungan sekitar yang sempat kontak langsung dengan pasien,” ujar Nurulhayah.

Nurulhayah menyampaikan bahwa Dinkes Sleman akan menyelidiki apa betul pelajar yang dirawat di Semarang tersebut positif difteri. Kemudian tim juga akan memprioritaskan penyelidikan terhadap dampak penularannya.

“Kita selidiki selama dua pekan terakhir, pelajar itu kontak dengan siapa saja. Penyakit difteri memang sangat mudah menular seperti hanya dengan kontak udara. Kita juga siagakan Puskesmas untuk mengerahkan tim surveilans. Sleman bahkan DIY sudah lama bebas difteri, tapi ini ada laporan, kita upayakan penanganan serius,” urai Nurulhayah.

Nurulhayah menambahkan Dinkes Sleman akan berkoordinasi dengan RSUP Dr Sardjito. Selain itu pihaknya juga akan bekerja sama dengan tim yang dari Dinkes Propinsi DIY. Koordinasi ini dilakukan, sambung Nurulhayah karena penanganan kasus difteri musti dilakukan secara hati-hati dan serius.

“Walau baru sebatas suspect difteri, namun koordinasi dibutuhkan untuk melakukan langkah penyelidikan sejauh mana tingkat penularan dengan teman-teman sekolahnya yang pernah melakukan kontak dengan pasien tersebut. Penyelidikan dengan metode epidemiologi, tim akan mengobservasi kontak pasien selama 10-14 hari terakhir. Kalau positif, meski bukan warga Sleman, tetap kita naikkan status ke KLB (untuk Sleman). Satu pasien positif statusnya harus KLB,” tutur Nurulhayah.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge