0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Difteri di Solo Nihil, Warga Diminta Tetap Waspada

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pemerintah Kota Solo optimis Kasus Luar Biasa (KLB) Difteri yang terjadi di sejumlah daerah tidak akan terjadi di Solo. Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau waspada dengan menjaga kondisi tubuh.

“Yang penting menjaga PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan daya tahan tubuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, Senin (11/12).

PHBS dan meningkatkan daya tahan tubuh, lanjutnya, penting untuk mencegah penularan Difteri. Pasalnya, seseorang dengan daya tahan tubuh tinggi tidak akan sakit meski terpapar bakteri Corynebacterium. Bakteri penyebab difteri.

“Sama-sama kena kuman, ada yang sakit ada juga yang tidak. Tergantung daya tahan tubuh,” kata dia.

Untuk Kota Solo, hingga saat ini belum ada laporan kasus difteri. Kasus difteri terakhir terjadi di Solo tahun 2010 silam. Sejak saat itu, Pemkot terus menggiatkan imunisasi dasar yang salah satunya mencakup vaksinasi difteri.

“Cakupan imunisasi dasar di Solo sudah tinggi. Lebih dari 90 persen. Mudah-mudahan dengan cakupan yang tinggi itu masyarakat bisa terlindungi,” kata dia.

Tak hanya itu, DKK juga menjaga angka cakupan imunisasi tersebut tetap tinggi. Kader-kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesma) gencar mendorong warga agar mengimunisasi anaknya. Jalur distribusi rantai dingin pun diawasi ketat dari hulu hingga hilir.

“Untuk Solo, sejak dari Semarang sampai vaksin disuntikkan saya pastikan rantai dinginnya terjaga,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge