0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Industri pengolahan non migas ditarget tumbuh 5,67 persen

Airlangga Hartarto (merdeka.com)

Timlo.net – Pertumbuhan industri pengolahan non migas ditargetkan sebesar 5,67 persen pada 2018. Hal ini mempertimbangkan berbagai capaian, potensi dan peluang industri ke depan, sehingga angka ini lebih baik dari realisasi pertumbuhan pada 2017.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, pertumbuhan industri pada 2018 akan didorong oleh semua sub sektor, terutama makanan, bahan kimia dan barang dari kimia; farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional; logam dasar, barang dari logam serta alat angkutan.

“Optimisme peningkatan pertumbuhan industri tersebut harus tentunya disertai dengan kerja bersama dengan menerapkan beberapa rencana aksi untuk mencapai target pertumbuhan industri dan pertumbuhan ekonomi yang semakin berkualitas,” kata Menteri Airlangga di Jakarta, Senin (11/12).

Untuk mencapai target tersebut, terdapat rencana aksi yang dapat dilakukan, antara lain penyediaan Sumber Daya Alam (bahan baku) dan energi untuk pembangunan industri dalam negeri, peningkatan kemampuan teknologi industri untuk mendorong peningkatan mutu, efisiensi, dan produktifitas, juga memperluas Peran sektor keuangan pada pembiayaan industri.

Ada pula pemanfaatan global value chain oleh industri Nasional, menerapkan NTM untuk produk yang berpotensi lebih efisien diciptakan di dalam negeri (subsitusi impor), perluasan pasar domestik dan ekspor produk-produk industri, dukungan pemerintah daerah dalam pembangunan industri yang menjadi potensi daerah, dan mengetahui dampak pergeseran pola konsumsi masyarakat terhadap industri.

Dalam mencapai target akselerasi pertumbuhan industri, Kementerian Perindustrian telah memiliki enam program prioritas yang saat ini tengah dijalankan. Di antaranya, penguatan sumber daya manusia industri yang dengan target penciptaan satu juta sumber daya manusia tersertifikasi kompetensi pada 2019 melalui program Link and Match SMK.

Pendalam struktur industri lewat penguatan rantai nilai industri, pengembangan industri padat karya dan orientasi ekspor, pengembangan industri kecil dan menengah melalui platform digital, pengembangan industri berbasis sumber daya alam, dan pengembangan wilayah industri.

“Berbagai rencana aksi dan program prioritas tersebut harus segera diimplementasikan pelaksanaannya agar Indonesia tidak kehilangan momentum untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan. Tantangan ke depan akan semakin berbeda dan kompleks mengingat dinamika dan persaingan ekonomi dunia yang semakin terbuka,” imbuh Menteri Airlangga.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge