0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gigi Berlubang Bisa Pengaruhi Kecerdasan Anak

(dok: timlo.net/ desmanita.)

Solo—Masalah gigi berlubang biasanya disepelekan oleh orang tua dan anak. Orang tua biasanya baru membawa anak ke dokter gigi jika gigi berlubang menyebabkan sang anak kesakitan. Padahal gigi berlubang bisa mengakibatkan persoalan kesehatan yang serius.

“Mulut adalah entry point (pintu masuk—red) dari berbagai penyakit ke dalam tubuh. Jika gigi berlubang hingga mencapai pembuluh darah, bakteri bisa menginfeksi dan tersebar ke berbagai organ,” ujar Dr. drg Irene Adyatma  DDS,  Ph.d kepada Timlo.net setelah Seminar Pencegahan Gigi Berlubang Pada Anak yang digelar di TK Kristen Beta, Jl Arifin 86, Solo, Senin (11/12) siang. Acara seminar itu dihadiri tamu undangan dan para orang tua murid.

dok: timlo.net/ desmanita.

Bila bakteri menyebar melalui pembuluh darah, maka bakteri bisa masuk ke berbagai organ tubuh misalnya jantung, paru-paru, ginjal dan otak. “Akhirnya bisa menyebabkan penyakit jantung, paru-paru, ginjal. Pada anak-anak, jika mencapai otak bisa mempengaruhi kecerdasan mereka,” tambahnya.

dok: timlo.net/ desmanita.

Tentunya hal ini berbahaya untuk anak-anak pada usia golden age (usia emas) yaitu pada usia 1-6 tahun. Memang gigi yang ada pada anak usia ini adalah gigi susu. Pada usia 6 tahun, gigi susu akan diganti dengan gigi lain. Tapi bila bakteri mencapai pembuluh darah atau saraf, maka gigi pengganti ini rawan terkena penyakit karies gigi.

dok: timlo.net/ desmanita.

Selain masalah kesehatan, gigi berlubang juga bisa menimbulkan dampak lain pada anak-anak. Misalnya anak merasa minder yang mempengaruhi kesehatan mental mereka. Bahkan dalam seminar Dr. drg Irene mengungkapkan ada beberapa profesi yang melarang adanya gigi berlubang pada calon pekerja. “Profesi seperti polisi dan tentara mewajibkan para calon untuk memiliki kesehatan gigi yang baik. Tidak boleh ada gigi berlubang sama sekali,” ujarnya.

dok: timlo.net/ desmanita

Dalam seminar juga diungkapkan jika gigi berlubang disebabkan oleh makanan dan bakteri di dalam mulut. Mulut kita memiliki sekitar 700 jenis bakteri. Mereka turut mengkonsumsi makanan dan minuman yang kita konsumsi. Setelah 5 menit mengkonsumsi makanan dan minuman, maka ratusan bakteri itu akan buang air besar di dalam mulut. Kotoran yang mereka keluarkan adalah zat asam. Zat inilah yang menggerus gigi sehingga berlubang.

“Kita maunya guru, anak dan sekolah dibekali pengetahuan untuk mencegah gigi berlubang. Bila gigi anak sehat, maka anak bisa makan dengan mudah, gizi mereka cukup. Mereka bisa tumbuh dengan baik dan sehat,” ujar Irene.

Sementara itu Kepala Sekolah TK Kristen Beta, Dra. Lea Triwahyuni merasa senang dengan diadakannya seminar gigi ini. “Kami di sini memfasilitasi seminar ini supaya orang tua murid bisa belajar cara mencegah gigi berlubang,” ujarnya saat ditemui Timlo.net setelah acara.

Penggagas seminar, drg. Evy Sutrisno berharap jika seminar ini akan menginspirasi TK-TK lain di Solo untuk menggelar seminar serupa. “Ada beberapa kepala sekolah TK di Solo yang diundang dalam seminar ini, semoga seminar ini bisa menginspirasi mereka sehingga ada inisiatif untuk menggelar seminar serupa,” ujarnya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge