0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puluhan Buruh PT AKM Tagih Janji

Sejumlah buruh PT AKM duduk-duduk di halaman gudang (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Bersamaan pengosongan gudang PT Abisatya Kencana Mulya (AKM) Colomadu, puluhan buruh pemungut sampah yang dipekerjakan perusahaan ini menuntut pembayaran upah. Hak mereka berbulan-bulan ini belum dilunasi PT AKM.

“Tadi pagi kami bertemu dengan pak Jaya (pimpinan PT AKM). Memintanya menandatangani surat pernyataan kesanggupan melunasi upah. Sekitar 50-an buruh pemungut sampah belum dibayar. Ada yang dua sampai tiga bulan,” kata salah satu buruh, Slamet kepada Timlo.net di depan gudang yang terletak di Dusun Tanon Lor, Desa Gedongan, Colomadu, Minggu (10/12).

Ia sendiri yang seharusnya diupah rutin Rp 1,5 Juta perbulan, sudah tiga bulan ini ngaplo. Selama berbulan-bulan itu ia dipaksa kenyang dengan janji-janji bakal dilunasi upahnya.

“Janjinya 18 Agustus lalu, mundur lagi dan lagi. Begitu terus sampai terakhir tadi dijanjikan tiap tiga pekan diangsur. Entahlah, saya sudah capek berharap,” katanya.

Lies, buruh lainnya mengaku pembayaran upah hanya bertahan sampai bulan kedua usai dipekerjakan perusahaan yang beroperasi sejak Juli 2017.

“Gaji awal itu pun mundur sampai 10 hari,” katanya.

Sementara itu Pimpinan PT AKM, Jaya L Prasetyo tak dapat dihubungi. Ponselnya pun sudah tidak aktif lagi setelah sempat mengirim pesan singkat ke wartawan terkait undangan peliputan penutupan gudangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge