0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terganggu Musik Tempat Nongkrong, Warga Lalu Lakukan Ini 

Mediasi yang dilakukan oleh warga, pengelola tempat nongkrong dan pihak Bhabinkamtibmas Polsek Laweyan untuk mencari jalan tengah terkait masalah yang dialami warga (ist)

Solo – Warga di Kawasan Kampung Tegalkaputren RT 03/ RW 05 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan merasa tak nyaman dengan suara bising yang berasal dari live musik di sebuah tempat angkringan di tengah tempat tinggal warga. Akibatnya, mereka melaporkan kegelisahan yang dialami ke Polsek Laweyan.

“Benar, warga merasa terganggu dengan aktifitas musik live yang kerap menyetel musik dengan volume keras di tengah perkampungan,” terang Kasi Humas Polsek Laweyan, Aiptu Herianto mewakili Kapolsek Laweyan, Kompol Santoso, Minggu (10/12) pagi.

Setiap hari, kata Herianto, lokasi nongkrong tersebut selalu menyetel musik dengan volume keras. Warga bersama dengan pengurus RT dan tokoh masyarakat telah berupaya untuk mengingatkan. Akan tetapi, peringatan tersebut seakan tidak menghentikan aktifitas mereka.

“Sehari-dua hari ‘tiarap’ setelah itu, seperti itu lagi (nyetel dengan volume keras-red),” jelasnya.

Untuk menghindari hal tidak diinginkan, Bhabinkamtibmas Pajang, Bripka Slamet Widodo akhirnya mempertemukan masing-masing pihak. Dari warga, diwakili oleh Ketua RT/ RW, tokoh masyarakat hingga Lurah Kelurahan Pajang. Sedangkan, pengelola tempat angkringan yang meresahkan warga juga turut dihadirkan untuk membahas masalah tersebut.

Hasilnya, sebuah surat keputusan bersama akhirnya disepakati. Pihak pengelola tempat nongkrong tersebut bersedia untuk mentaati peraturan yang diinginkan oleh warga yakni, tidak mengganggu ketentraman membunyikan musik dengan suara keras. Disisi lain, warga juga tidak akan berbuat hal yang tidak diinginkan yang berakibat timbul gesekan.

“Pihak pengelola juga bersedia memasang peredam suara agar warga tidak terganggu dengan suara yang dihasilkan dari lokasi tersebut,” katanya.

Pihak Polsek Laweyan, mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan masalah. Sehingga, melalui pendekatan tersebut dapat meredam hal tidak diinginkan yang timbul jika pendekatan tersebut tidak dilakukan.

“Beberapa kali kami melakukan upaya seperti itu. Hasilnya sangat dirasakan, dalam menyelesaikan masalah. Nanti, setelah pembuatan SKB (Surat Keputusan Bersama-red) akan kita pantau seperti apa perkembangannya. Selama ini, selalu dapat berakhir dengan disetujuinya kesepakatan oleh masing-masing pihak,” jelas Herianto.

Mediasi yang dilakukan oleh warga, pengelola tempat nongkrong dan pihak Bhabinkamtibmas Polsek Laweyan untuk mencari jalan tengah terkait masalah yang dialami warga (ist)

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge