0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Omah Wayang Kembangkan Ikat Kepala Khas Klaten

Pengelola Omah Wayang menunjukkan ikat kepala Jablak khas Klaten (foto: A Wijaya)

Klaten – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dewi Fortuna bukan hanya menjadi tempat pengentasan anak-anak putus sekolah untuk meraih Program Pendidikan Kesetaraan Kelompok Belajar (Kejar) Paket. PKBM yang juga concern di bidang pelestarian seni budaya Jawa ini ternyata juga tengah merintis pembuatan ikat kepala atau udeng khas Klaten.

“Ikat kepala tradisional khas Klaten ini kita beri nama Jablak. Yang merupakan akronim dari Jamang Blangkon Klaten,” kata pengelola PKBM Dewi Fortuna, Kristian Apriyanta (37).

Memanfaatkan limbah kain batik, kata pria yang akrab disapa Apri ini, secara bentuk Jablak tak berbeda jauh dengan ikat kepala tradisional lainnya seperti di Bali, Jawa Timur, maupun Jawa Barat. Namun layaknya blangkon gaya Jogja, Jablak mondolan di bagian belakang. Sedangkan di bagian depan, terdapat klincir segitiga.

“Sebenarnya dari segi bentuk seperti blangkon Solo. Tapi tanpa tutup kepala. Selain itu, kita tetap mempertahankan mondolannya sebagai ciri khas,” ujarnya.

Bagi yang penasaran dengan Jablak tersebut bisa mendatangi PKBM Dewi Fortuna atau dikenal sebagai Omah Wayang di Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan. Pengunjung cukup merogoh kocek Rp 25 ribu-Rp 35 ribu sebagai buah tangan khas Klaten.

“Ujung sama ujung di ikat melingkar merupakan lambang kebersamaan dan persatuan. Sedangkan klincir segitiga depan menurun gambaran etika yang tetap menunduk ke bawah. Terbukanya bagian atas (tanpa penutup kepala) gambaran dari tetap menerima masukan atau tetap ingat Tuhan yang ada di Atas,” beber Apri mengenai filosofis ikat Jablak.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge