0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Drone di Jepang Digunakan Untuk Cegah Karyawan Lembur

Drone Taisei. (dok: timlo.net/ ubergizmo. )

Timlo.net—Lembur kadang-kadang perlu dilakukan supaya pekerjaan bisa selesai sesuai deadline. Tapi di Jepang, lembur menjadi budaya kerja. Sayangnya, ada beberapa akibat negatif dari budaya ini. Misalnya pernah terjadi kasus seorang karyawati di Jepang loncat dari gedung yang tinggi dan mati. Dia bunuh diri karena tidak kuat terus lembur demi menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk. Semenjak kasus itu, pemerintah Jepang berusaha untuk mengurangi budaya ini, Ubergizmo.

Bahkan Taisei, perusahaan yang mengelola stadion Tokyo 2020 Olympic, menciptakan sebuah drone untuk mengatasi hal ini. Biasanya drone digunakan untuk pengawasan dan keamanan. Tapi di perusahaan itu, drone digunakan untuk mendorong karyawan yang suka lembur untuk pulang. Bagaimana caranya? Pada dasarnya drone itu akan terbang di sekitar kantor. Lalu drone itu akan memutar lagu “Auld Lang Syne”, yang biasanya diputar di negara itu untuk menandakan waktu tutup.

Saat para pekerja mendengar musik itu, mereka akan tahu jika jam kerja sudah selesai. Dan ini saatnya mereka pulang. Selain itu, suara dari mesin drone akan membuat para pegawai susah konsentrasi. Hal ini akan memaksa mereka pulang. Taisei berencana membuat drone dan layanannya tersedia untuk perusahaan-perusahaan lain mulai April 2018.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge