0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sudah Panggil 20 Saksi, Penyimpangan Dana Desa 2015 Masih Penyidikan

Klaten — Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten mengingatkan pengguna anggaran desa tidak melakukan penyimpangan. Sebab masih ada beberapa desa tidak sesuai melaporkan pelaksanaan kegiatan desa yang bersumber dari ADD maupun Dana Desa.

“Masih ada indikasi penyimpangan. Karena faktor keterbatasan sumber daya manusia (SDM), salah penafsiran aturan, dan keterlambatan pencairan anggaran,” kata Kepala Kejari (Kajari) Klaten Zuhandi, Jumat (8/12).

Meski begitu, pihaknya berharap desa-desa yang terindikasi penyimpangan saat dilakukan monitoring dan evaluasi (Monev) segera mengebut perbaikan administrasi keuangan. Hal ini mengingat tahun anggaran 2017 masih berjalan.

”Kami lakukan tindakan preventif tapi bukan berarti kami tidak ada tindakan represif. Maka kegiatan yang belum selesai (segera) dipertanggungjawabkan,” ucapnya mewanti- wanti.

Disinggung tentang pengawasan Dana Desa, Zuhandi mengatakan, saat ini Kejari Klaten masih menyidik satu desa berkaitan dugaan penyimpangan Dana Desa 2015. Padahal Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari maupun Pemkab Klaten telah berkali-kali menggelar sosialisasi.

”Proses penyidikan. Namun kami belum tentukan tersangka. Saksi ada 20 orang. Masih kami cari alat bukti untuk menentukan tersangka,” bebernya tanpa menyebut desa yang dimaksud.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge