0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejagung Klaim Selamatkan Uang Negara Rp 977 Miliar

Adi Toegarisman (merdeka.com)

Timlo.net – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengklaim telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 977 miliar dalam kurun waktu Januari-November 2017. Selain itu, untuk uang negara yang berhasil diselamatkan dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 293 miliar.

“Kami juga berhasil menyelamatkan eksekusi uang pengganti yang telah disetor ke kas negara sebesar Rp 203 miliar,” ujar ‎Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (8/12).

Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian Indonesia Corruption Watch (ICW), Kejaksaan RI dinilai sebagai lembaga penegak hukum yang paling produktif dalam menangani perkara korupsi berdasarkan jumlah kasus dan jumlah tersangka.

Selain itu, peran sentral atau peran pokok Kejaksaan sendiri dalam melakukan penanganan tindak pidana korupsi dilakukan sejak tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan eksekusi.

“Selain upaya penindakan, kejaksaan juga melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan. Itu pokok-pokok penanganan kegiatan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Kejaksaan,” ujarnya.

“Tentu ada Kejaksaan yang melakukan bahwa kan sekarang kami sudah mengembangkan misalnya pemberantasan pidana korupsi, pendekatan atau paradigmanya juga sudah memasuki metode baru yaitu metode pencegahan,” sambungnya.

Dalam memberantas tindak pidana korupsi untuk menyelamatkan uang negara, pihaknya tak hanya berorientasi atau menggunakan metode penindakan. Tapi telah dikembangkan juga metode pencegahan, misalnya seperti dengan adanya TP4P.

“Jadi semangat itu membuktikan bahwa Kejaksaan akan berupaya dan selalu konsisten bagaimana memberantas tindak pidana korupsi jadi metodenya pun kita kembangkan, karena diperintahkan saya kira sudah bisa monitor kegiatan kami ribuan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani, kan begitu,” ucapnya.

“Tapi ternyata juga tidak pernah habis peristiwa pidana korupsi di masyarakat tentu kita juga mengembangkan metode bagaimana supaya langkah penegakan hukum lebih efektif dan efisien sehingga lebih cepat membuahkan hasil, yaitu mensejahterakan rakyat Indonesia,” tambahnya.

Dalam memperingati hari Antikorupsi ini berapa rangkaian kegiatan telah dilakukan oleh pihaknya. Dirinya mengaku bahwa pihaknya tidak hanya berbicara di ujung tapi mereka sudah mulai dari awal dan prosesnya jalan.

“Sudah mengembangkan melibatkan anak-anak dan ada di kita baik dari SD, SMP hingga SMA. Dan program ini kan jalan juga misalnya program Jaksa masuk sekolah salah satu sisinya adalah bagaimana mencegah atau terhindar dari Tindak Pidana Korupsi,” tandasnya.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge