0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Sejarah dan Makna Pohon Natal

Pohon natal termahal. (Dok: Timlo.net/ ArabianBusiness.com)

Timlo.net—Sejak zaman kuno, pohon cemara dianggap sebagai simbol kehidupan di tengah musim dingin. Para warga Romawi menghiasi rumah mereka dengan dahan pohon cemara selama tahun baru. Penduduk Eropa Utara kuno memotong pohon cemara dan menanamnya di dalam kotak di dalam rumah mereka di musim dingin. Pada awalnya, umat Kristen menentang praktek-praktek ini.

Pada awal abad pertengahan, beredar legenda di antara umat Kristen jika Kristus lahir di tengah musim dingin. Pada saat kelahiran-Nya, semua pohon yang tertutup es dan salju mengalami keajaiban. Es dan salju itu menghilang dan tunas hijau tumbuh dari pohon-pohon itu, tulis ChristianityToday.com. Para misionaris Kristen kala itu mulai menggunakan tradisi orang Jerman dan Slavik untuk berkhotbah, termasuk tradisi pohon cemara.

Baru pada masa Renaissance, muncul catatan jika pohon cemara digunakan sebagai simbol Natal. Tradisi ini dimulai di Latvia pada 1510 dan Strasbourg pada 1521. Menurut legenda, tokoh Kristen Protestan Martin Luther yang menemukan pohon Natal. Tapi legenda ini tidak didukung dengan bukti sejarah.

Sebuah teori yang berkembang tentang pohon Natal dimulai pada drama yang dimainkan pada abad pertengahan. Drama yang menggambar kisah Alkitab awalnya menjadi bagian ibadah gereja. Tapi pada abad pertengahan, drama ini dimainkan orang-orang biasa dan dilakukan di tempat terbuka.

Saat menggambarkan kelahiran Yesus, drama itu menghubungkannya dengan kisah penciptaan dunia. Malam Natal dianggap sebagai hari perayaan diciptakannya Adam dan Hawa. Sebagai bagian dari drama, Taman Eden disimbolkan dengan pohon sorga yang dihiasi dengan buah. Pohon cemara dipakai sebagai simbol pohon ini.

Pada abad ke-16, drama itu dilarang untuk dimainkan pemerintah setempat. Mungkin oleh karena itu masyarakat mulai memasang pohon sorga itu di rumah mereka masing-masing. Hal ini sebagai pengganti perayaan umum yang tidak bisa lagi mereka nikmati.

Pohon Natal (atau dahan cemara) yang dipasang di rumah seringkali disebut “paradises” [sorga]. Pohon-pohon itu dihiasi dengan wafer bundar sebagai simbol Ekaristi (Perjamuan Suci). Wafer itu lalu berkembang menjadi ornamen hiasan kue yang dipakai Pohon Natal di Jerman sekarang ini.

Tradisi ini mulai populer di sepanjang abad ke-17 dan 18. Di samping pohon, biasanya terdapat tumpukan piramida kayu dengan lilin-lilin. Pada akhirnya lilin-lilin itu dipasang di pohon. Inilah yang menjadi cikal bakal pohon Natal dan hiasannya seperti yang dikenal di zaman modern.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge