0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jenderal Gatot Nurmantyo Pamitan ke Kostrad dan Kopassus

Jenderal Gatot Nurmantyo bertemu prajurit Kopassus. (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Jenderal Gatot Nurmantyo ingin segera menyerahkan tongkat komando Panglima TNI kepada Marsekal Hadi Tjahjanto. Dia berharap Presiden Joko Widodo segera melantik Hadi untuk menggantikannya memimpin tentara Indonesia. Dengan begitu, Marsekal hadi bisa langsung menjalankan mandat untuk menjadi Panglima TNI.

“Setelah (Hadi) dilantik, dalam waktu yang singkat saya juga ingin langsung serah terima jabatan,” ujar Jenderal Gatot di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).

Gatot akan berpamitan dari dunia militer sebelum pensiun pada Maret 2018. Sudah 35 tahun dia mengabdi di dunia militer. Waktunya istirahat dan kembali ke keluarga. Sebelum langser, Gatot melakukan safari dengan bertemu langsung para prajuritnya. Kemarin, Kamis (7/12), Gatot mengunjungi dua pasukan elit Angkatan Darat yakni Kostrad dan Kopassus. Prajurit baret hijau dan baret merah menanti Gatot. Sang Jenderal pun menitipkan pesan untuk para prajuritnya.

Di Markas Divisi 1 Infanteri Kostrad Cilodong, Depok, Gatot mengingatkan agar prajurit TNI harus tetap berdiri netral di tengah panasnya situasi politik tanah air. Tantangan terberat sebagai prajurit TNI bukanlah di medan peperangan. Tetapi ketika menjaga kepercayaan masyarakat di tengah situasi politik yang memanas jelang pemilu. Tahun depan adalah tahun politik. Di situlah tantangan terberat bagi prajurit TNI.

Gatot membakar semangat prajurit Kostrad agar tidak tergoda situasi politik. Sebab, banyak pihak yang berusaha mendekati prajurit Kostrad yang disebutnya satuan terbesar dan terkuat. Bahkan Gatot mengistilahkan, banyak yang mencoba ‘membeli’ Kostrad.

“Kalau perlu mereka membeli kalian. Tapi mereka tidak tahu kalau prajurit Kostrad bertugas dan berjuang bukan karena uang, bukan karena materi, tetapi karena keyakinan bahwa kau adalah patriot bangsa yang rela berjuang berkorban nyawa hanya untuk tetap tegaknya keutuhan NKRI,” katanya.

Karena itu Gatot meminta prajurit Kostrad tidak ragu ‘mengawasi’ atasan dan harus berani bersikap jika terjadi penyimpangan yang dilakukan pimpinan.

“Siapapun yang memimpin kalian, amati dia. Kalau sudah kelihatan akan menjual Kostrad, bersikaplah kalian. Tidak boleh TNI kemana-mana. TNI harus netral. Biarkan yang lainnya bisa dibeli, TNI tidak bisa dibeli,” tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan kepada prajurit Kopassus saat mengunjungi Mako Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur. Situasi ke depan tidak mudah dihadapi. Indonesia akan memasuki tahun-tahun politik diwarnai pilkada serentak pada 2018 dan pileg serta pilpres pada 2019.

“Perintah Presiden bahwa TNI-Polri politiknya adalah politik negara. Semua didedikasikan semua untuk keutuhan NKRI. Insan-insan yang patuh terhadap hukum, mementingkan kepentingan rakyat di atas kepentingan apapun dan taat kepada atasan. Atasanmu Danjen Kopassus di sini, atasannya lagi Kasad, atasannya lagi Panglima TNI dan atasnya Presiden RI yang dipilih secara sah oleh konstitusi,” jelasnya.

Mantan Pangkostrad ini mengaku telah meminta bantuan kepada Polri untuk mengingatkan jika di tahun politik ada anggota TNI, apapun pangkatnya, terindikasi berpihak. Karenanya dia meminta prajurit TNI tidak tersinggung jika nanti ditegur polisi.

“Jadi suatu saat kalau Anda ditegur oleh polisi jangan tersinggung. Itu permintaan saya kepada Kapolri. Mengapa demikian? Tonggak negara dua ini harus kuat. TNI Polri harus kuat,” katanya.

“Begitupun juga sama, kalau kalian melihat ada polisi tidak netral samperin dengan sopan dan sampaikan. Saya diperintahkan Kapolri melalui Panglima TNI Kapolri minta bantuan apabila ada anggota Polri tidak netral tolong ingatkan. Tujuannya agar pesta demokrasi berjalan kondusif, tenang dan tidak ada riak,” tegasnya.

Gatot mengucapkan terima kasih dan bangga diberi kesempatan sebagai Panglima yang memimpin semua satuan di TNI. Termasuk menjadi bagian dari prajurit Kopassus.

“Saya ingin sampaikan pada kesempatan ini. Saya bangga, saya hormat diberi kesempatan memimpin prajurit-prajurit hebat seperti kalian. Izinkan saya menyimpan semua kebanggaan dan kenangan tak terlupakan bersama kalian para prajurit Komando,” ucap Gatot.

Usai berpidato, Gatot pamit dengan seluruh anggota dengan menyalami satu per satu anggota. Tak lama berselang, Gatot dipanggul oleh prajurit Kopassus hingga menuju kendaraan dinasnya yang berjarak lebih kurang 200 meter. Saat itulah terlihat mata sang jenderal mulai berkaca-kaca. [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge