0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bakteri E-Colly Mengkhawatirkan

Banjir bandang melanda Wonogiri, beberapa waktu lalu (dok.timlo.net/ist)

Wonogiri — Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengambil langkah cepat, yakni melakukan pengambilan sample air di lokasi-lokasi terdampak bencana. Hal demikian, dilakukan untuk mengetahui kualitas air minum paska bencana.

“Terutama yang kita ambil sampel adalah sumur gali di lokasi-lokasi terdampak bencana dan lokasi-lokasi pengungsian,” kata Kepala DKK Wonogiri, Adhi Dharma, Kamis (7/12).

Menurut dia, dari beberapa sample, yang sudah selesai dilakukan uji laboratorium adalah sampel dari Desa Sempu Kerep, Kecamatan Sidoharjo. Hasilnya sangat mengkhawatirkan, pasalnya angka E-Colli cukup tinggi. Mantan Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Wonogiri ini mengatakan, dari sumur gali di salah satu titik pengungsian dengan methode MPN (Most Probable Number) diketahui angka E-Colli sebesar 2. 400 per 100 mililiter.

Dia menambahkan, berdasar Permenkes No 492 tahun 2010 tentang Pesyaratan Kualitas Air Minum. Sementara, baku mutu yang dipersyaratkan adalah kurang dari 50 per 100 mili liter.

“Sumber air bersihnya sudah tercemar karena bencana kemarin, langkah konkritnya harus dilakukan pengurasan, kemudian di kasih tawas untuk penjernih air, dan dicek ulang kualitas airnya. Sementara ini, air tidak digunakan untuk sumber air minum tapi untuk cuci mencuci dahulu sambil menunggu hasil uji laboratorium kembali,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge