0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Paska Banjir, PAH dan Sumur Terpapar Kotoran Ternak

Personel Tagana membantu warga menguras PAH. (ist)

Wonogiri — Paska bencana alam banjir, sejumlah warga di Kecamatan Paranggupito mulai menguras bak penampungan air hujan (PAH). Hal ini dilakukan lantaran PAH milik warga terkena air banjir dan limbah ternak.

“Warga mengurasnya dengan bantuan personel dan mesin diesel dari Tagana. Airnya tercampur air banjir dan kotoran ternak karena genangan air lebih tinggi dari permukaan bibir PAH dan sumur,” ujar tokoh masyarakat Paranggupito, Slamet Arifin, Kamis(7/12).

Disampaikan, semenjak banjir surut, air dari PAH tidak lagi dikonsumsi oleh warga. Mereka memilih mengambil air dari sumber air di sekitar lingkungan.

“Ada lima PAH yang dikuras yakni di Dusun Janglot dan Tlogorejo Desa Songbledek sebanyak lima PAH. Lalu satu sumur di Dusun Petir Desa Gunturharjo,” kata dia.

Ditambahkan, sebagian besar warga mengurah PAHnya secara manual. Pasalnya bantuan relawan dan mesin penyedot baru datang dua hari lalu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge