0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Terima Mau Dicerai, Suami Bunuh Istri Lalu Tusuk Perut Sendiri

Ilustrasi bunuh diri (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Diduga sakit hati ditalak cerai, seorang suami di Kalikajar Kabupaten Wonosobo menikam sang istri dengan pisau hingga tewas. Suami gelap mata itu, lantas mencoba bunuh diri dengan menusuk perutnya sendiri.

Identitas suami tersebut, Suratman (45) warga Rojoimo Wonosobo. Sedang istrinya, Walimah (40), warga Ngadiwongso Kalikajar. Peristiwa penusukan tersebut terjadi di warung makan di Jalan Raya Kertek-Kalikajar, Ngadiwongso, pada Kamis (7/12) siang.

Kapolsek Kalikajar Polres Wonosobo, AKP Haryono mengungkapkan warung makan tempat kejadian merupakan tempat bekerja korban sebagai pembantu. Pada hari nahas itu, Suratman mendatangi Walimah dan keduanya lantas terlibat adu mulut.

Tak disangka, Suratman lalu menusuk korban sebanyak 3 kali di bagian dada dan perut menggunakan pisau dapur yang disembunyikannya dibalik jaket. Korban yang kesakitan sempat berlari menyelamatkan diri ke dalam kamar.

Sementara pelaku berlari keluar. Pelaku masih sempat mencoba menghentikan beberapa microbus yang lewat. Namun tidak ada yang berhenti.

“Pelaku kemudian menusuk perutnya sendiri. Pelaku akhirnya roboh bersimbah darah di depan warung makan tersebut,” kata AKP Haryono, Kamis (7/12).

Baik korban dan pelaku lantas dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil patroli polsek. Tak tertolong, meski korban sempat memperoleh perawatan medis, akhirnya meninggal dunia. Sementara pelaku berhasil diselamatkan.

“Pelaku masih tidak sadarkan diri dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo,” kata Kapolsek Kalikajar.

Terkait motif penusukan, AKP Haryono mengatakan pihaknya masih mendalami apa yang sebenarnya menjadi pemicu kejadian tersebut. “Dugaan sementara, dari pemeriksaan beberapa saksi, dikarenakan pelaku masih tidak terima sang istri mengajukan cerai,” ujarnya.

Pihak kepolisian telah menetapkan Suratman sebagai tersangka atas tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan meninggal dunia sesuai pasal 44 ayat (3) Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang PKDRT jo pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman maksimal hukuman mati.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge