0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indepth (Bagian Satu)

Stadion Manahan, Riwayatmu Dulu

Stadion Manahan (foto: Eddy JS)

Timlo.net – Almarhum Presiden Republik Indonesia,Soeharto memang digdaya, ketika berkuasa. Bagaimana tidak, bekas tiga lapangan sepakbola dan tempat pacuan kuda di kawasan Manahan disulap total menjadi area Gelangang Olah Raga (GOR) yang memiliki sarana berolahraga komplit di jantung kota Solo.

Presiden Soeharto waktu itu, meresmikan secara keseluruhan GOR pada 21 Februari 1998. Tak bisa dipungkiri, stadion Manahan dinilai banyak orang sebagai stadion termegah di jamannya. Selain menempati lahan strategis di jantung kota, dekat dengan akses jalan raya, bandara dan hotel menjadikan stadion Manahan dinilai sebagai paling representatif untuk mengelar event olahraga berskala nasional maupun internasional.

Tidak banyak yang mengetahui secara persis berapa anggaran untuk membangun kompleks area olahraga di kawasan Manahan yang luasnya mencapai 170.000 m2. Dilengkapi dengan fasilitas pelbagai bangunan olahraga antara lain, stadion sepakbola menempati luas lahan 33.300 m2 dengan lampu penerangan 53.000 watt.

Di tribun tertutup terdapat ruang kesehatan, ruang sekretariat, ruang wartawan, ruang konferensi pers, ruang wasit, 2 ruang ganti pemain lengkap dengan toilet dan ruangan pemanasan pemain.

Pada September 2008, stadion sepakbola Manahan ditutup lantaran direnovasi total drainase besar-besaran. Proyek merestorasi drainase lapangan di dalam stadion mencaplok duit Rp 1,6 miliar. Duit yang tak bisa dianggap kecil, waktu itu.

“Untuk menghilangkan image negatif stadion pelanggan banjir,” katanya,

“Seingat saya semua permukaan lapangan mengalami perombakan dan perbaikan. Rumput hijau diganti dengan jenis baru jenis Dactylon Cynodon (rumput bermuda) di datangkan dari Batam.”

Selain itu, konstruksi pipa-pipa dan kain filter pasir drainase lapangan stadion Manahan juga terpaksa didatangkan dari negara jiran, Malaysia. Tidak hanya itu, biar air langsung amblas ke dalam tanah, ujar Yusroni, permukaan lapangan memerlukan pasir sebanyak 1600 m3 yang didatangkan dari pantai Samas, Yoyakarta.

“Karena tidak banyak memiliki kandungan garam. Sejak itu image stadion Manahan baru berhasil melepas predikat buruk sebagai stadion langanan banjir,” katanya.

“Kalau tidak salah baru di bulan Juli 2009, rangkaian renovasi stadion Manahan rampung dikerjakan tuntas. Stadion Manahan kembali dibuka dan difungsikan.”

Lebih lanjut Yusroni menambahkan, tempat parkir dapat menampung kendaraan roda dua sebanyak 2.300 sepeda motor dan 300 mobil. Sedang ruang VIP di stadion dilengkapi tempat duduk 200 kursi, ruang ber-AC dan toilet.

“Kami memang memberi prioritas pada tamu VIP termasuk tempat duduk istimewa,” ujar dia seraya menambahkan, “ukuran stadion 75 x 111 meter dengan lampu penerangan 53.000 watt. Kapasitas tribune bisa menampung 12.726 orang. Sedang ruang VIP box kami sediakan 50 orang.”

Secara keseluruhan, saat ini Kompleks Gelora Manahan dipakai sebagai sarana olahraga antaralain lapangan sepak bola tertutup, lapangan sepak bola terbuka, track lintasan lari atletik, lompat jauh, tenis meja, latihan yudo, perkantoran.

“Kami juga sediakan 3.624 kursi di tribun tertutup, ruang kesehatan, ruang sekretariat, ruang wartawan dan tempat konferensi pers 1 unit,” katanya.

Selain itu, ujar Yusroni menambahkan, di area GOR Manahan juga terdapat lapangan tenis, lapangan bisbol, balap sepeda, lapangan voli, basket, bulu tangkis, tenis meja, ruang biliar, tiga lapangan sepak bola dan Gor Serbaguna. Dan penambahan bangunan baru Gelora Bungkarno.

Di bawah tribun Stadion terdapat perkantoran pengelola stadion, kantor KONI Surakarta, kantor EXA International, Kantor Tarung Drajat, Kantor Granat. Juga terdapat ruang latihan Yudo dan tenis meja.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge