0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Intervensi Harga, Bulog Siapkan Puluhan Ton Beras

Stok beras di Gudang Bulog (dok.timlo.net/red)

Solo – Melonjaknya harga komoditas beras yang terjadi di pasaran belakangan ini menjadi perhatian serius pemerintah kota (Pemkot) Solo dan juga Badan Urusan Ligistik (Bulog). Untuk menekan tingginya harga tersebut, Bulog siapkan puluhan ton beras untuk melakukan intervensi harga melalui operasi pasar dan juga pasar murah.

“Ada sekitar 10 ton yang kita siapan untuk melakukan penstabilan harga beras di pasaran. Dan kalau kurang bisa kita lakukan penambahan,” ujar Kepala Bulog Subdivre III Solo, Titov Agus Sabelia kepada wartawan, Kamis (7/12).

Intervensi harga beras di pasaran tersebut, menurutnya penting untuk segera dilakukan. Pasalnya perkembangan harga beras medium yang berlaku di pasaran saat ini telah mencapai Rp 9.500 hingga 10.500 per kilogram. Harga tersebut dianggap sudah melebihi dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 9.450 per kilogram.

“Ada dua mekanisme yang kita lakukan untuk melakukan intervensi harga beras tersebut. Diantaranya adalah operasi pasar dan juga menggelar pasar murah disejumlah titik,”jelasnya.

Lantaran Bulog hanya berlaku sebagai operator, Titov menyampaikan kebijakan penetapan HET yang akan dilakukan dalam gelaran operasi pasar dan pasar murah tersebut merupakan kewenangan dari daerah setempat, dalam hal ini adalah Pemkot Solo. Adapun besaran harga jual yang akan diberlakukan lanjut dia sebesar Rp 8 Ribu per kilogram.

Operasi pasar sendiri akan mulai dilakukan pada Jumat (8/12). Adapun lokasinya di Pasar Nusukan dan Pasar Harjodaksino. Kemudian dilanjut pada hari berikutnya di Pasar Gede, Pasar Legi dan Pasar Jongke.

“Kalau untuk pasar murahnya akan kita lakukan dilima kecamatan, nantinya bersamaan dengan kegiatan pembagian sembako. Untuk waktunya akan kita lakukan mulai 13-17 Desember,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge