0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Waseso Menyeret Tiga Karyawan UOB

Konsultan hukum korban, Dimas Andi Wuryono bersama dengan Roestina Cahya Dewi (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Pengembangan kasus terkait pemalsuan tanda tangan milik Roestina Cahya Dewi yang dilakukan oleh mantan manager Persis, Waseso terus dikembangkan oleh pihak Kepolisian. Beredar kabar, bahwa tiga orang dari Bank UOB Solo telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ini diketahui dari hasil gelar perkara yang dilakukan oleh Polda Jawa Tengah yang dilakukan di Mapolresta Solo.

“Dari informasi gelar perkara Polda, tiga tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiga tersangka itu, merupakan karyawan dari Bank UOB,” terang korban pemalsuan, Roestina Cahyo Dewi, Kamis (7/12) siang.

Tiga tersangka tersebut, diantaranya Natalia Go, sebagai head teller di Bank UOB Solo ; Vicensius Hendri W sebagai pemberi kewenangan meloloskan uang keluar di Bank UOB Solo ; Meliawati yang bertugas sebagai penentu kewenangan limit batas penarikan di Bank UOB. Ketiganya saat ini sudah berstatus tersangka. Dari tiga tersangka tersebut, berkas dua tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo. dua berkas yang telah dilimpahkan tersebut yakni milik Vicensius Hendri W serta Meliawati.

Sedangkan, dari salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya membenarkan jika tiga orang karyawan Bank UOB Solo tersebut telah dinyatakan sebagai tersangka.

“Ya, benar. Telah ditetapkan sebagai tersangka,” jelas sumber tersebut.

Sementara itu, Konsultan Hukum Korban, Dimas Andi Wuryono mengatakan, pihaknya mengapresiasi keseriusan pihak Kepolisian dalam mengembangkan kasus kejahatan perbankan. Meski begitu, pihaknya mengingatkan supaya pihak kepolisian tidak cuma membongkar di permukaan semata dengan menetapkan tiga tersangka karyawan Bank UOB Solo. Melainkan, terus mengungkap dalang pelaku kasus hilangnya uang senilai 1.7 juta Dollar Amerika atau sekitar Rp23,6 miliar tersebut.

“Kami meyakini ini kejahatan perbankan secara korporasi. Tidak mungkin, cuma dilakukan oleh staf atau karyawan UOB di Solo saja. Melainkan, siapa yang bertanggung jawab penuh terkait pengeluaran uang milik Roestina Cahyo Dewi sebesar 1,7 juta Dollar Amerika atau sekitar Rp23,6 miliar tersebut,” jelas Dimas.

Bukan tanpa alasan dirinya meyakini hal tersebut. Pasalnya penarikan yang dilakukan oleh Waseso di UOB Kota Solo mencapai 18 kali dengan nominal yang bervariasi. Terlebih, saat ini Waseso juga telah menjalani penahanan setelah turunnya putusan Mahkamah Agus (MA) terkait kasus pemalsuan tanda tangan Roestina Cahyo Dewi.

“Selama dilakukan pengambilan uang tersebut, Waseso memalsukan tanda tangan Roestina Cahyo Dewi hingga belasan kali. Ini tidak mungkin diketahui pihak bank jika tak ada campur tangan dari pihak-pihak tertentu,” jelas Dimas.

Perkara ini dimulai saat hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo yang diketuai Torowa Daeli memutuskan terdakwa Waseso bersalah dan terbukti memalsukan tanda tangan Roestina Cahyo Dewi sebanyak 18 kali untuk pengambilan uang sebesar 1.7 juta Dollar Amerika atau sebesar Rp 23,6 miliar di Bank UOB selama Agustus 2012 hingga September 2013. Hakim memutuskan, terdakwa melanggar pasal 263 ayat 1 KUHP jo 64 ayat 1 KUHP sehingga diganjar oleh hakim dengan pidana selama tiga tahun dikurangi masa penahanan. Waseso yang menolak putusan hakim, kemudian mengajukan banding.

Atas banding yang diajukan Waseso, majelis hakim Pengadilan Tinggi Jawa Tengah membebaskan Waseso dari jeratan hukum. Pertimbangan majelis hakim PT Jawa Tengah, bahwa perbuatan yang dilakukan Waseso, bukanlah perkara pidana melainkan perdata.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang tidak merasa puas dengan hasil PT Jawa Tengah itu mengajukan kasasi ke tingkat MA. Berdasar putusan kasasi MA yang diketuai Artidjo Alkostar, Waseso dinyatakan bersalah dan divonis tiga tahun penjara. Vonis akhir ini praktis membuat vonis yang dijatuhkan oleh PT Jawa Tengah tidak berlaku kembali. Hingga akhirnya ditindaklanjuti oleh Kejari Solo dengan melakukan penahanan terhadap Waseso yang telah dinyatakan bersalah.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge