0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terima Keluhan Warga, Anggota DPR Sidak PT RUM

Anggota DPR RI sSdak saluran limbah PT RUM (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Anggota DPR dari Komisi III, Muhammad Toha melakukan kunjungan ke PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Sukoharjo, setelah menerima aduan dari masyarakat terkait limbah bau yang dirasakan. Setelah melihat langsung kondisi pabrik dan lingkungan sekitar, Anggota DPR dari Dapil V Jateng ini akan mengawal delapan poin kesepakatan anatara warga dengan pabrik serat rayon tersebut.

“Saya mendengar langsung dari masyarakat lewat telepon, WA dan sebagainya mengadukan adanya limbah bau dari PT RUM yang sangat mengganggu warga. Dan ternyata sudah ada delapan poin yang memang selama ini belum semuanya dilaksanakan oleh pihak pabrik, sehingga saya meminta segera dipenuhi,” kata Muhammad Toha, Kamis (7/12).

Mantan Wakil Bupati Sukoharjo ini mendorong penyelesaian yang saling menguntungkan antara pihak warga dengan pihak perusahaan dan jangan sampai menghambat investasi. Diharapkan dengan adanya komunikasi yang baik antara PT RUM dengan warga masyarakat, persoalan bau yang dikeluhkan warga bisa segera teratasi secepatnya.

Sementara itu dari pihak warga yang ikut dalam Sidak ke PT RUM, Muhammad Toha menyatakan, limbah bau menjadi persoalan yang paling utama. Selain itu, pihak perusahaan juga diminta secepatnya untuk memenuhi delapan poin kesepakatan yang telah ditandatangani bersama, yang diantaranya pemsangan alat untuk mengecek kondisi udara di lingkungan, tidak beroperasi jika belum masih menimbulkan bau.

“Intinya warga itu mintanya agar tidak ada bau yang selama ini sangat menggangu masyarakat di beberapa desa, kalau persoalan itu ada kandungan apa dan PH nya berapa kami tidak tahu. Yang kami tahu ada bau menyengat dari pabrik yang ahrus segera ditindak lanjuti, kalau belum kami minta jangan beroperasi,” tandas perwakilan warga, Ari Suwarno.

Sedangkan dari PT RUM yang diwakili Manajer Umum, Muhammad Rachmad menyatakan, ada persoalan di saluran limbah yang masih terus dilakukan perbaikan. Dijanjikan secepatnya permasalahan tersebut bisa diatasi meskipun tidak bisa menghilangkan bau secara keseluruhan, dan hanya bisa dikurangi hingga tidak mengakibatkan dampak papun kepada warga.

“Ini ada saluran dari seng yang di tanam di bawah tanah harus kita perbaiki, karena bau tersebut muncul dari kebocoran di saluran. Dan kami berjanji akan memperbaiki sampai bisa mengurangi bau tersebut, karena di pabrik manapun tidak ada yang tidak ada bau,” tandas Mohammad Rachmad.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge