0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tubuh dan Ingatan, Upaya Menuntaskan Kegelisahan Windarti

(Dwi Windarti | Foto Windartidance)

Solo – Dwi Windarti, penari muda asal Solo itu tengah dirayapi rasa gelisah. Ada beragam pertanyaan memenuhi benaknya, seperti apakah seni tari kontemporer mampu bertahan hidup ketika ia keluar “kandang”? Mampukah ia hidup berdekatan dengan penonton awam yang tidak punya bekal pengalaman seni?

Apakah ia dapat diapresiasi tanpa menurunkan nilai seni ? Apakah hanya hiburan saja?

Yang dirasakan Windarti, seni tari kontemporer seperti berputar putar  di tempat. Seperti sebuah kehidupan yang asing jauh dari jangkauan orang-orang biasa, bukan orang seni.

Karena kegelisahan itu harus terjawab, maka Windarti memutuskan akan mengadakan performance di tempat yang tidak biasa, ia akan tampil di ruang publik yang beraneka.

“Performance ini bisa dikatakan sebagai riset pertama saya, apa yang akan terjadi dan bagaimana respons penonton akan tampak setelah acara selesai. Diskusi, tanya jawab juga tentu akan dibuka lebar bagi yang berminat,” terangnya dalam siaran pers yang diterima Timlo.net, Rabu (7/12/2017).

Pentas seni tak biasa itu bertajuk Tubuh dan Ingatan, akan digelar di Muara Market, Setabelan, Banjarsari Solo, Sabtu (9/12) pukul 19.00 hingga selesai. Windarti akan tampil solo, dengan iringan musik rekam yang menurut penuturannya akan sangat acak dan beragam.

“Pokoknya saya siapkan banyak vinyl. Nanti akan ada adegan saya muter dan mengganti musik sendiri,” ujar Windarti.

Penampilan Windarti dijanjikan mengalir dengan durasi yang lama sekitar 1 jam atau 2 jam. Selama pentas, penonton dibiarkan bebas datang dan pergi, atau menikmati tarian sembari beraktivitas apapun.

“Ini seperti memamerkan sebuah lukisan di galeri, penonton bebas datang dan pergi,” imbuhnya.

Editor : Ari Kristyono

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge