0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seperti Apakah Bau Ruang Angkasa?

Galaksi Bima Sakti. (dok: timlo.net/ express.co.uk)

Timlo.net—Bayangkan jika Anda pergi ke ruang angkasa, melepas helm pakaian yang Anda pakai. Lalu, Anda menghirup bau di sekitar Anda tanpa mengalami kematian mengerikan. Seperti apakah bau ruang angkasa itu?

Kita berpikir jika ruang angkasa adalah tempat yang gelap, hampa, sunyi dan tanpa udara. Tempat seperti itu tentunya tidak berbau. Tapi rupanya ruang angkasa memiliki bau yang khas. Tentunya hal ini diketahui bukan karena ada orang yang menghirup bau ruang angkasa. Karena tanpa helm khusus, orang akan segera mati jika mencoba bernafas di sana. Tapi kita bisa mencium bau itu dari benda-benda yang dipakai para astronot saat mereka kembali ke Bumi.

Misalnya pakaian ruang angkasa, berbau berbeda saat kembali dari ruang angkasa. Para astronot mengaku pakaian mereka berbau seperti terbakar. Bau ruang angkasa menurut mereka tajam dan seperti logam. Mengingatkan mereka bau daging hangus atau asap pengelasan.

Apa penyebab bau yang tidak menyenangkan ini? Para ilmuwan percaya jika bau itu berasal dari polycyclic aromatic hydrocarbons. Pada dasarnya polycylic itu adalah partikel bertenaga tinggi yang dilepas di ruang angkasa selama terjadi reaksi nuklir yang mentenagai bintang dan supernova.

Akan tetapi, bau ini hanyalah salah satu bau yang ada di ruang angkasa. Alam semesta itu luas dan dipenuhi berbagai elemen dan senyawa, tulis Reader’s Digest. Para ilmuwan memahami proses terciptanya berbagai benda di ruang angkasa. Mereka memiliki gambaran bau yang mungkin tercium. Misalnya debu awan di pusat Bima Sakti, memiliki ethyl formate dalam jumlah besar. Senyawa itu di Bumi adalah sumber dari rasa raspberry. Ethyl formate terbentuk dari reaksi antara zat asam dengan sejenis alkohol. Baunya mirip dengan bau rum. Bau ruang angkasa, paling tidak sebagian, tidaklah begitu buruk.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge