0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Tidak Bisa Penuhi Keinginan First Travel

Tersangka penipuan First Travel (merdeka.com)

Timlo.net – Aset milik Bos PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) Andhika Surachman yang sudah disita belum bisa digunakan untuk memberangkatkan umrah calon jemaah yang sudah ditipu oleh Andhika. Keputusan itu ada di pengadilan.

Sebelumnya, pihak First Travel ingin agar seluruh aset miliknya yang disita oleh polisi, untuk membiayakan calon jemaah umrah yang belum diberangkatkan olehnya.

“Nanti dulu, itu barang bukti, itu tergantung Jaksa maupun Hakim yang tentukan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (6/12).

Ia menegaskan bahwa bisa atau tidaknya aset milik Andhika yang sudah disita oleh polisi untuk memberangkatkan umrah calon jemaah, tetap menunggu dari hasil keputusan Jaksa.

“Tapi kita kan lihatnya ada orang melapor dan merasa ditipu, sekian ribu orang, nah kemudian barang buktinya setoran uang, memang bukan milik negara tapi miliknya masyarakat. Jadi nanti kita lihat saja sidangnya seperti apa,” ujarnya.

Setyo menjelaskan bahwa aset yang sudah disita oleh pihaknya itu nantinya akan dikembalikan kepada Andhika atau kepada negara, sesuai dari hasil keputusan Jaksa. Oleh karena itu, pihaknya tak bisa memutuskan untuk mengembalikan aset milik Andhika digunakan untuk memberangkatkan umrah ribuan calon jemaah.

“Iya, biasanya dipersidangan itu akan diputuskan apakah barang bukti dikembalikan kepada terdakwa atau kepada negara atau kepada yang berhak. Nanti berapa orangnya, terima berapa, gitu. itu namanya putusan tambahan,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) Andhika Surachman akhirnya menampakkan diri kembali setelah lama mendekam di balik jeruji besi. Kemunculan Andhika di Pengadilan Niaga, Jakarta Pusat, ini untuk melakukan permintaan maaf terhadap puluhan ribu jemaah yang sudah ditipu olehnya.

“Dalam kesempatan ini saya memohon dengan dengan kesungguhan hati agar sekiranya dapat dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya, dikarenakan tertundanya keberangkatan bapak dan ibu para kreditur perusahaan First Travel,” kata Andhika dalam rapat kreditur terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) First Travel di Pengadilan Niaga, Jakarta Pusat, Selasa (5/12) kemarin.

Selain itu, Andhika berjanji akan memberangkatkan para calon jemaah yang sudah ditipu oleh dirinya. Hal itu karena dirinya telah dibantu oleh sahabat-sahabatnya hingga para vendor yang akan membantunya dirinya.

“Setelah dilaksanakannya homologasi atau perdamaian maka saya dan istri beserta sahabat-sahabat saya para vendor dan tim kuasa hukum saya akan mulai mempersiapkan keberangkatan dari bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge