0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tikus Serang Lahan Pertanian, Petani Was-Was

Usir hama tikus dengan cara gropyokan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Petani Desa Canden, Sambi, Boyolali mulai dihantui serangan hama tikus. Bila tak segera diatasi, dikhawatirkan serangan semakin meluas. Seperti tahun lalu, petani banyak yang gagal panen akibat serangan hama tikus.

“Sudah ada beberapa hektar yang diserang, belasan hektar lahan juga mulai terancam,” kata Sriyanto, petani setempat, Rabu (6/12).

Diakui, tanaman padi yang saat ini diserang hama tikus sepintas terlihat subur dan hijau. Namun bila didekati, ternyata batang padi sudah patah-patah usai dimakan tikus. Kondisi ini sempat membuat petani kaget, pasalnya sehari sebelumnya dicek, tanaman padi masih dalam kondisi bagus.

“Batang yang patah ada bekas gigitan tikus,” ujarnya.

Agar serangan tidak meluas, pihaknya langsung memasang umpan racun tikus di setiap lubang yang ditemukan di pematang sawah. Sedangkan pada malam hari, pengusiran hama tikus akan dilakukan dengan menggunakan cambuk.

“Kalau dengar suara cambuk, tikus akan kabur,” imbuhnya.

Petani lain, Mitro Basri, mengaku khawatir bila serangan meluas hingga mengakibatkan gagal panen. Seperti tahun lalu, dirinya harus merugi hingga belasan juta rupiah. Maraknya hama tikus, lanjut Mitro, disebabkan pola tanam yang tidak kompak.

“Biar tuntas, pembasmian harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Terpisah, Kades Cermo, Sambi, Ranto menambahkan, petani di desanya memiliki cara jitu untuk mengusir hama tikus. Yaitu dengan cara membiarkan lahan tidak ditanami padi hingga setahun. Kini, lahan seluas 10,5 hektare di desanya sudah mulai berbulir.

“Satu tahun petani tidak panen, setelah ditanami kembali, tanaman bebas tikus,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge