0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiga Pengedar Sabu Ditangkap di Terminal

ilustrasi borgol (merdeka.com)

Timlo.net – Tiga orang pengedar sabu di Kalimantan Timur ditangkap petugas BNN, Senin (4/12) kemarin. Pelaku selama ini menyasar pekerja tambang batubara di Kutai Kartanegara dan sopir bus antarprovinsi rute Kalimantan Timur ke Kalimantan Selatan.

Masyarakat di sekitar terminal bus antarprovinsi Samarinda ke Banjarmasin, di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, dibuat resah dengan aktivitas jual beli narkoba di dalam terminal. Dari keresahan itu, petugas BNN melakukan penyelidikan hingga ke dalam area terminal.

“Sekian lama kami amati, kami lakukan penangkapan sekitar jam 1 siang di dalam terminal,” kata Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kalimantan Timur AKBP Halomoan Tampubolon, Rabu (6/12).

“Ada 2 orang yang kami amankan. AL (49) dan RN (24). Kalau AL ini bekerja sebagai penjual tiket bus. Sedangkan RN, sebagai buruh terminal,” jelas Tampubolon.

Dari keduanya, petugas mengamankan antara lain sabu total seberat 4,34 gram, pipet, sendok takar, korek dan 2 telepon genggam.

“Kedua orang ini pemain lama (berbisnis sabu). Langsung kita bawa ke kantor,” tambah Tampubolon.

Tim penindakan BNN kembali bergerak. Usai menangkap AL dan RN, malam harinya sekitar pukul 20.00 WITA, BNN juga meringkus MA (61), warga Muara Jawa, Kutai Kartanegara.

MA menurut Tampubolon, bukanlah wajah baru. Dia baru saja bebas dari penjara, juga terkait kasus narkoba.

“MA ini baru saja menghirup udara segar, kembali lagi berulah. Dugaan kami, dia ini memasok sabu ke kalangan pekerja tambang batubara di Sangasanga (Kutai Kartanegara),” ungkap Tampubolon.

“Waktu kami amankan MA di rumahnya ini, kami juga temukan anaknya, IP (26). Dugaan sementara, IP ini pengguna karena waktu kami lakukan tes urin, hasilnya positif mengandung sabu,” terang Tampubolon.

Bersama dengan barang bukti antara lain sabu 0,23 gram, sendok takar, pipet, telepon selular dan uang tunai Rp 420.000, MA dan IP, digelandang ke kantor BNNP Kaltim di Jalan Rapak Indah, Samarinda.

“Kami jerat mereka ini, dengan Undang-undang No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Sudah barang tentu, kasus ini masih terus kami kembangkan,” ucap Tampubolon.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge