0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pangkal Masalah Narkoba Harus Diatasi, Apa Itu?

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto (dok.timlo.net/is)

Solo — Keseriusan kalangan legislatif dalam menabuh genderang perang terhadap Narkoba telah nampak dengan disetujuinya anggaran pembentukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) sejak awal 2017 lalu. Akan tetapi, hingga saat ini BNNK di Solo yang digadang-gadang mampu menjadi garda terdepan dalam penanggulangan penyalahgunaan obat terlarang dan narkotika nampaknya belum terwujud.

“Kami dari kalangan legislatif sudah menyetujui anggaran pembentukan BNNK sejak awal 2017 silam. Namun, sampai saat ini belum terealisasi. Padahal, melalui BNNK penanggulangan penyalahgunaan obat terlarang hingga narkotika diharapkan dapat ditanggulangi,” terang Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto kepada Timlo.net, Rabu (6/12) siang.

Disinggung terkait peran anggota dewan untuk turun langsung ke masyarakat dalam perang terhadap bahaya Narkoba, Sugeng mengaku dirinya siap. Menurutnya, langkah awal dalam memerangi narkotika ini wajib ditunjukkan dengan keseriusan wakil rakyat terlebih dahulu. Caranya, dengan dilakukan tes urin secara menyeluruh. Jika internal dari kalangan Dewan tidak ada satu pun yang terindikasi melakukan penyalahgunaan obat terlarang maka para wakil rakyat tersebut siap untuk memberi peringatan terkait bahaya Narkoba kepada masyarakat.

“Bisa saja, dari kalangan legislatif memberi peringatan kepada masyarakat di Dapil mereka. Atau di kalangan kepemudaan di tiap RT/RW, kelurahan dan masih banyak yang lain,” terang Sugeng.

Meski begitu, penanganan terhadap penyalahgunaan obat terlarang dan narkotika tidaklah sebatas memberi sosialisasi kepada masyarakat semata. Menurutnya, pangkal permasalahan narkoba berada pada kondisi ekonomi di masyarakat. Apalagi, bisnis haram narkoba tersebut sangat menggiurkan dengan keuntungan yang melimpah.

“Jika pangkal permasalahan berhasil diatasi, secara tidak langsung mata rantai narkoba akan terputus. Karena, tidak ada lagi orang yang ingin memasarkannya,” kata Sugeng.

Terlepas dari hal tersebut, pihaknya mengajak supaya masyarakat untuk lebih peka terhadap bahaya narkoba. Apalagi, Solo telah menjadi tempat pemasaran hingga produksi obat-obatan berbahaya.

“Dengan adanya kasus kemarin (dibongkarnya pabrik Pil PCC di Gilingan, Banjarsari, Solo —Red), kami mengimbau agar warga masyarakat lebih waspada terhadap bahaya Narkoba dan penyalahgunaan obat terlarang,” kata Sugeng.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge