0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Diminta Ikut Awasi Peredaran Narkoba

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (foto: Heru Murdhani)

Solo — Maraknya peredaran narkotika dan obat terlarang (narkoba) di Solo dinilai sudah dalam taraf mengkhawatirkan. Walikota mengajak semua pihak untuk berasma-sama memerangi peredaran barang haram tersebut. Terutama kalangan legislatif.

“Kalau perlu DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Solo) dilibatkan,” kata Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo kepada wartawan, Selasa (5/12).

Ia merasa tingginya peredaran narkoba di Solo memerlukan kepedulian dari semua pihak. Pemerintah sendiri tak mampu mengatasi licinnya bandar-bandar narkoba. Bahkan banyaknya organisasi dan gerakan antinarkoba pun tak cukup untuk membendung masuknya barang haram itu di Solo.

“Wakil-wakil rakyat itu kalau ikut turun menyampaikan bahaya narkoba ke konstituennya kan juga tidak jelek to,” kata dia.

Seperti diketahui, Minggu (3/12) lalu, Polda Jawa Tengah menggerebek pabrik obat ilegal di Jalan Setia Budi, Gilingan, Banjarsari. Pabrik berkapasitas 50 ribu pil per hari itu memproduksi obat terlarang PCC di lokasi tersebut sellama enam bulan. Hari ini, Pemkot bersama Polresta Surakarta menindaklanjuti dengan mengadakan inspeksi mendadak di sejumlah apotek dan distributor bahan kimia di Solo.

“Orang boleh bilang ini (PCC) hanya obat biasa. Tapi nyatanya kemarin disebut pemalsuan. Tentunya ini juga mengkhawatirkan,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge