0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tahun Politik Rentan Terjadi Ujaran Kebencian

Suasana pelatihan dan sosialisasi penanagnan ujaran kebencian (timlo.net/putra kurniawan)

Solo Baru — Mabes Polri melalui Lemdiklat Polri (lembaga pendidikan dan pelatihan) memberikan pelatihan kepada kepolisian Polresta Surakarta dan Polres Sukoharjo dalam penanganan ujaran kebencian. Hal ini untuk menyikapi Semakin banyak dan marak ujaran kebencian yang beredar utamanya di media sosial (Medsos).

“Menjelang kegiatan politik seperti Pilkada ujaran kebencian kerap menjadi senjata untuk kampanye dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Dimana imbasnya dapat mengangu keamanan dan ketertiban daerah,” kata Waka Polda Jawa Tengah Brigjen Pol Drs Indrajit SH, Selasa (5/12) di Hotel Best Western Solo Baru.

Ujaran kebencian sering diungkapkan melalui Medsos, sehingga anggota kepolisian dituntut mampu memahami dan menganalisis bentuk ujaran kebencian yang beredar di masyarakat. Salah satu faktor masalah sosial  disebabkan karena adanya ujaran kebencian yang beredar di masyarakat maupun medsos.

Pelatihan seperti ini akan dilakukan di semua daerah secara bertahap, terutama untuk menghadapi tahun politik yang diindikasikan akan banyak terjadi ujran kebencian. Sejumlah pihak menganalisa, di dalam proses demokrasi isu ujaran kebencian menjadi persoalan yang cukup serius, sehingga polisi sebagai petugas penjaga keamanan dan ketertiban harus bisa menyikapi dengan tepat.

“Kedepan Indonesia akan menghadapi tahun politik yang tentu saja ujaran kebencian akan menjadi isu yang cukup serius. Karena itu pelatihan seperti ini akan dilakukan di semua daerah secara bertahap,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge