0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awas! ASN Rentan Terkena Gratifikasi

Sekda Agus Santosa membuka Sosialisasi Gratifikasi (timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) menggelar sosialisasi gratifikasi kepada Camat dan Lurah se Sukoharjo di Ruang Rapat lantai III Setda, Selasa (5/12). Hal ini sebagai langkah untuk menindaklanjuti penandatanganan MoU antara Pemkab Sukoharjo dengan Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) sebelumnya.

“Ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada camat, lurah selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa selaku penyelenggara Negara tentang pengertian gratifikasi. Kegiatan ini adalah tindak lanjut tanda tangan MoU antara Bupati Sukoharjo dengan KPK tentang gratifikasi bagi pejabat daerah,” kata Sekda Sukoharjo, Agus Santosa, Selasa (5/12).

Sosialisasi itu bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak pidana gratifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) 31 tahun 1999 dan UU 20 tahun 2001. Pihak yang paling rentan terkena gartifikasi adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) berupa pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata dan fasilitas lainnya.

Dalam UU 20 tahun 2001 Pasal 12 pelaku gratifikasi diancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak Rp 1 Miliar. Dalam sosialisasi kali ini, dihadiri seluruh camat, lurah dan kades, sedangkan anrasumber oleh ketua UPG, Inspektur Inspektorat Sukoharjo.

“Pemkab Sukoharjo masih dinilai baik oleh KPK, harapan kami sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi seluruh pemangku kebijakan agar pelayanan kepada masyarakat serta program berjalan tanpa ada nilai penyalagunaan wewenang,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge