0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Peredaran Pil PCC, Polisi Gandeng Masyarakat

Kasatnarkoba Polresta Solo, Kompol Edy Sulistyanto (baju putih) menunjukkan sejumlah bahan obat-obatan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Peran serta pihak terkait dalam menanggulangi penyalahgunaan obat dosis tinggi sangatlah diperlukan. Pasalnya, penyalahgunaan obat sangatlah sulit dideteksi.

“Butuh peran serta seluruh pihak untuk menangkal penyalahgunaan obat ini. Baik dari kami (Kepolisian), Pemerintah Kota, Dinas terkait, produsen obat hingga masyarakat,” terang Kasatnarkoba Polresta Solo, Kompol Edy Sulistyanto, Selasa (5/12) siang.

Terkait peredaran Pil Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) yang saat ini sedang marak terjadi, Kasat mengaku, jika peredaran kandungan PCC telah dilarang oleh pemerintah sejak tahun 2013 silam. Akan tetapi, terbukti masih ditemukan di lapangan dan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Apalagi PCC menyasar pada anak-anak lantaran harganya yang terjangkau.

Maka dari itu jika masyarakat mengetahui ada penyalahgunaan tersebut, diharapkan dapat menghubungi pihak terkait.

“Yang mengkhawatirkan, PCC ini menyasar kalangan anak-anak. Sehingga, peran serta keluarga dan masyarakat untuk mengatasi penyalahgunaan ini sangat kami harapkan. Termasuk, dari pihak Pemkot sendiri juga ada pengawasan ketat terkait peredaran obat-obatan di masyarakat,” jelas Kasat.

Pihaknya berharap, dengan terbongkarnya pabrik Pil PCC di Kawasan Jl Setia Budi No 66 Kampung Cinderejo Lor RT01/ RW04 Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo mampu mengurangi dampak penyalahgunaan obat keras. Di sisi lain, pengguna obat keras tersadarkan terkait efek samping jika obat-obatan dosis tinggi tersebut terus dikonsumsi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge