0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terbongkarnya Pabrik Pil PCC

Lurah, Ketua RT dan RW se Solo akan Dikumpulkan

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Kasatnarkoba Polresta Solo, Kompol Edy Sulistyanto melakukan pengecekan di toko penjualan bahan kimia, Brataco (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan mendata ulang rumah pemondokan atau kos maupun rumah kontrakan di wilayahnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah kos atau rumah kontrakan untuk kegiatan ilegal. Termasuk di antaranya untuk memproduksi obat terlarang seperti PCC.

“Besok Lurah, RT dan RW se-Solo kita kumpulkan untuk koordinasi,” kata Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo di sela inspeksi mendadak di sejumlah apotek dan distirbutor bahan kimia di Solo, Selasa (5/12).

Dalam koordinasi, aparat pemerintah di tingkat kelurahan diminta melaporkan jumlah dan lokasi rumah yang dikontrakkan maupun disewakan untuk kamar kos. Pendataan juga dilakukan untuk mengetahui pemilik rumah dan penyewanya.

“Supaya kejadian di Setia Budi (pabrik pil PCC di Jl Setia Budi, Gilingan, Banjarsari, Solo —Red) tidak terulang lagi,” kata Rudy –sapaan akrab Walikota Solo.

Sejak tahun 2014, Pemkot Solo menetapkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur usaha pemondokan. Perda tersebut mengatur penyelenggaraan usaha penginapan dan kos harus mengantongi izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dari Pemkot. Di mana usaha penginapan diartikan sebagai rumah atau kamar yang disewakan dalam periode kurang dari satu bulan. Sedangkan kos diartikan sebagai usaha persewaan kamar dengan periode minimal satu bulan. Artinya, Perda No 9/2014 itu belum mengakomodasi tentang rumah kontrak yang biasanya disewa dalam hitungan tahun.

“Makanya kita harus data ulang,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge