0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Apakah Pembakaran Manusia Spontan Itu Nyata?

Spontaneous human combustion. (dok: timlo.net/ history.com)

Timlo.net—Selama beberapa abad, orang berdebat apakah manusia bisa tiba-tiba terbakar secara spontan tanpa dipicu oleh sumber eksternal. Kondisi terbakarnya manusia secara spontan dikenal sebagai spontaneous human combustion (SHC). Pembakaran dianggap terjadi secara spontan karena ruangan di mana korban ditemukan tidak terbakar sama sekali. Fenomena ini pertama dikenal pada 1641. SHC semakin dikenal luas masyarakat pada abad ke-19 setelah pengarang terkenal Charles Dickens menggunakan fenomena ini. Charles menggunakannya untuk membunuh salah satu karakternya dalam novelnya “Bleak House”. Para kritikus menuduh Charles mengesahkan sesuatu yang tidak ada. Dia lalu menunjukkan penelitian yang membahas 30 kasus historis.

Dalam masa modern ini, ada beberapa kasus SHC yang muncul, tulis History.com. Polisi dan pemadam kebakaran menduga hal ini setelah menemukan mayat-mayat terbakar sementara furnitur di sekitar mereka dalam kondisi utuh tanpa bekas terbakar. Contohnya, koroner Irlandia menyatakan jika Michael Faherty yang berusia 76 tahun meninggal karena SHC pada 2010. Tubuhnya ditemukan terbakar parah di dekat sebuah tungku api. Tapi ruangan itu secara virtual tidak mengalami kerusakan apapun.

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Bagian tubuh manusia yang mudah terbakar adalah jaringan lemak dan gas metana. Kemungkinan terjadi SHC dianggap sangatlah kecil. Banyak peneliti membantah teori SHC. Mereka berpendapat jika ada sumber api yang tidak terdeteksi seperti korek api atau rokok sebagai penyebab dalam kasus SHC. Biasanya, korban ditemukan di dekat sumber api dan bukti menunjukkan jika kebanyakan mereka secara tidak sengaja membakar diri. Misalnya saat mencoba merokok atau menyalakan api.

Di sisi lain, mereka yang percaya pada fenonema ini berkata jika tubuh manusia perlu mencapai suhu 3000 derajat untuk berubah menjadi abu. Jika SHC bukanlah penyebabnya, mustahil jika furnitur di sekitar korban tidak terbakar sama sekali. Ada beragam penyebab yang dikatakan memicu SHC termasuk bakteri, listrik statis, obesitas, stres, juga konsumsi alkohol secara berlebih. Tapi belum ada satupun yang didukung penelitian yang ilmiah sejauh ini.

Salah satu hipotesa terbaru datang dari ahli biologi Inggris Brian J.Ford. Pada Agustus 2012 dia menjelaskan penelitiannya dengan pembakaran pada majalah New Scientist. Menurut Brian, penumpukan aseton dalam tubuh (bisa disebabkan karena konsumsi alkohol, diabetes atau diet tertentu) bisa menyebabkan pembakaran spontan.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge