0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tribun Stadion Makassar Ambruk, Polisi Cari Penyebabnya

Tribun Stadion Barombong ambruk (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Bangunan di tribun selatan Stadion Barombong Makassar ambruk, Sabtu (2/12) pukul 17.15 WITA. Polda Sulsel masih menyelidiki penyebab ambruknya stadion bertaraf internasional di Jalan Mallombassi, Kecamatan Barombong yang dikerjakan kontraktor PT Usaha Subur Sejahtera tersebut.

“Pagi hari ini kita dari Polda Sulsel datang mengecek stadion Barombong karena pada hari Sabtu lalu terjadi kerusakan, ada konstruksi yang tidak benar sampai jatuh. Kami dari pihak kepolisian juga akan mengawasi setiap pembangunan yang ada di Sulsel ini jangan sampai terjadi hal-hal seperti itu lagi, apakah karena konstruksinya tidak sesuai spek yang telah ditetapkan pada saat lelang atau penyebab lain,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani, Selasa (5/12).

Di lokasi sama, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Krimsus) Polda Sulsel, Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono menjelaskan hingga saat ini polisi baru menerima laporan peristiwa, termasuk yang dilihat dari berita-berita media bahwa salah satu bagian bangunan di Stadion Barombong ambruk.

“Untuk itu kita menjemput bola mengadakan penelitian sampai sejauh mana proses pembangunan stadion ini, kenapa sampai ambruk. Kita akan mengawal proses pembangunannya jangan sampai terjadi tindak pidana korupsi di sini. Apabila itu terjadi, maka tetap akan kita proses,” tandas Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono.

Polda Sulsel akan bentuk tim dengan melibatkan Satresktim Polrestabes Makassar untuk melakukan penyelidikan.

Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel Muhlis Mallarajeng yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di proyek stadion bertaraf internasional ini menjelaskan, bangunan yang ambruk adalah salah satu bagian dari tiga segmen di tribun selatan atau tepatnya di undakan kedua atau bagian tengah dengan luas 8 x 7 meter.

“Jumlah material cor yang jatuh itu sebanyak 35 kubik dengan kerugian Rp 36 juta. Sementara ini kita ketahui kalau bangunan yang jatuh itu dikarenakan faktor cuaca. Selama seminggu terakhir bangunan yang baru dicor itu diguyur hujan, otomatis bahan penyangga seperti triples, kayu menurun kualitasnya. Paling tidak pasti paku-pakunya lepas,” jelas Muhlis.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Muhlis menjelaskan, berdasarkan laporan dari konsultan pengawas, ada dua penyebab utama ambruknya bangunan yakni karena faktor cuaca dan tidak adanya pemeriksaan ulang kondisi saat pengecoran.

“Kita telah membuat surat teguran kepada pengawas agar lebih berhati-hati, dan ini akan jadi pembelajaran. Meski demikian pembangunan tetap dilanjutkan karena targetnya harus selesai Maret tahun 2018 mendatang,” ujar Muhlis.

Akibat ambruknya bagian bangunan tribun, progres pembangunan juga mengalami kendala. seharusnya progres saat ini mencapai 72 persen, namun baru tercapai 62 persen.

“Proyek ini dikerjakan 546 tenaga kerja. Total anggaran tahun 2011 hingga 2017 itu sebanyak Rp 330 miliar dan yang sudah terserap saat ini sudah 202 miliar. Namun hingga konstruksi stadion ini selesai di tahun 2018, sudah bisa digunakan bertanding, total dana yang akan dihabiskan sebesar Rp 500 miliar yang bersumber dari APBD dan APBN,” pungkasnya. [cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge