0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Cara Wong Solo Lawan Peredaran Pil PCC

Aksi menolak Pil PCC (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Warga Kota Bengawan menggelar aksi perlawanan terhadap peredaran obat Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol (PCC), menyusul penggerebegan pabrik PCC di Solo, baru-baru ini. Aksi ini diwarnai dengan teaterikal pemusnahan pil yang meresahkan warga ini.

“Solo ini kota kecil, tentunya pengawasannya menjadi lebih ketat, kok bisa ada pabrik PCC di Solo? Tentu ini menjadi pertanyaan bagi kita semua,” ungkap pelaku aksi, Bambang Saptono, Selasa (5/12).

Aksi tersebut dilakukan dengan memusnahkan sejumlah pil berwarna hijau muda dengan menggunakan palu. Selain itu aksi juga dilakukan dengan membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap penyalahgunaan pil PCC.

Bambang Saptono mengatakan, dirinya mengapresiasi pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) yang telah berhasil menangkap gembong PCC di Solo, dan Semarang. Dirinya juga berniat untuk mengirimkan surat berisi apresiasi yang dalam kepada lembaga anti narkotik tersebut.

“Kalau pabrik bisa menghasilkan jutaan butir obat PCC setiap harinya, berapa yang bisa diselamatkan dalam penggerebekan ini? Itu yang kita apresiasi,” katanya.

Lebih lanjut Bambang meminta pemerintah untuk tegas dalam menindak para pelaku pembuatan dan pengedaran. Sebab, tak menutup kemungkinan akan muncul bibit pelaku baru jika pemerintah hanya bersikap setengah hati.

“Kalau bisa dihukum mati. Anak-anak kita harus dilindungi dari peredaran pil setan ini,” pintanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge