0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tersangka Pengedar Pil PCC Dijerat Pasal Berlapis

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menunjukkan sejumlah barang hasil sitaan dari penggeledahan pabrik pil PCC di Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Para tersangka peredaran kasus Pil Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol (PCC) yang dibekuk Badan Narkotika Nasional (BNN) bakal dijerat dengan pasal berlapis. Mulai dari pasal pencucian uang (TPPU), peredaran obat berbahaya hingga pemalsuan merk dagang.

“Nanti kita jerat pasal berlapis. Kita dalami dulu peran masing-masing tersangka,” terang Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso, di Solo, Senin (4/12) siang.

Tujuh tersangka yang berhasil dibekuk, yakni Wildan Adhyastha (24) warga Jalan Gelatik, Langenharjo RT04/ RW07 Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo; Jaja Isworo (22) warga Kampung Ngadipiro RT01/ RW01 Kelurahan Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri; Heri Dwimanto (22) warga Kampung Babadan Wetan RT03/ RW03 Kelurahan Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur; Maryanto (48) warga Jalan Karanganyar RT06/ RW01 Kelurahan Sudadaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas; Susilo (44) warga Perum Puteraco RT04/ RW04 Kelurahan Pasir Munjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat; Suwardi (44) warga Kampung Bulak Rejo RT02/ RW19 Kelurahan Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dan Abid khairul Asmi (19) warga Jalan Gelatik Raya, Langen Harjo RT04/ RW07 Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Seperti diketahui, BNN menggeledah sebuah rumah di Jl Setia Budi No 66 Kampung Cinderejo Lor RT01/ RW04 Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Minggu (3/12). Dari hasil penggeledahan tersebut, BNN mengamankan tiga mesin produksi aktif, tiga drum bahan kimia alkohol, 60 rol alumunium foil yang digunakan untuk pembungkus Pil PCC, dua drum berisi cairan bahan baku, 40 karung carisporodol kemasan 25 kilogram, empat karungmagnesium sterate, seperangkat alat pengering dan ratusan kardus pengemas.

“Barang bukti yang kita amankan ini akan dikembangkan untuk membongkar jaringan yang lain,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge