0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kecelakaan Rombongan PKK di Imogiri, Duka Selimuti Dukuh Garen

Korban laka bus wisata di Imogiri, Bantul, Susilo warga Garen, Gombang, Sawit, dimakamkan hari ini di pemakaman setempat (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Duka mendalam masih dirasakan warga Dusun Garen, Desa Gombang, Sawit, Boyolali pasca musibah kecelakaan lalu lintas yang menimpa bus wisata di Imogiri, Bantul, DIY, Minggu (3/12). Selain satu warga meninggal dunia, puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Korban meninggal dunia, Susilo (38), dimakamkan hari ini, Senin (4/12) di pemakaman dukuh setempat. Sedangkan sejumlah korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Empat korban luka dirawat di RS Dr Sarjito, Yogya, tiga korban di RS Panembahan Senopati, Bantul, dua korban di RS Karima, Kartasura. Sedangkan untuk korban luka ringan dan selamat sudah dijemput oleh pihak keluarga.

“Korban yang selamat sebagian besar masih trauma, oleh pihak keluarga ada yang dibawa ke rumah sakit untuk cek kesehatan,” kata anggota BPD Gombang, Budi Harsanto.

Kegiatan wisata ibu-ibu PKK Gombang, menurut Budi, rutin dilakukan setiap tahun. Bahkan jauh-jauh hari sudah dipersiapkan, dimana peserta menabung terlebih dahulu. Untuk kali ini, wisata ada tiga tujuan yaitu, Tebing Breksi, Hutan Pinus dan Pantai Depok. Diakui Budi, dari informasi korban, bus sudah mengalami masalah saat berangkat. Sesampai Delanggu, bus mengalami masalah dengan mesin dan rem.

“Peserta sudah mengusulkan untuk ditunda, tapi sopir tetap berangkat,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Kadus 3 Desa Gombang, Sri Zaeni, kabar kecelakan diketahui warga sore hari.  Tak luput sang istri, Partini, juga menjadi korban. Warga langsung menjemput para korban ke Imogiri.

“Beruntung istri saya hanya menderita luka ringan,” imbuhnya.

Terkait biaya pengobatan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui. Hanya saja, pihaknya berharap pihak perusahaan bus mau bertanggung jawab. Seperti misalnya istri dan anak Susilo, korban meninggal dunia, yaitu Wulandari dan Naya, harus menjalani operasi di RS Dr Sarjito, Yogyakarta.

“Untuk saat ini biaya obat dan perawatan masih ditanggung korban,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge