0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanggapan DPR Soal Usulan Nama Marsekal Hadi

Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) (merdeka.com)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyodorkan nama Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Diketahui, Jenderal Gatot tak lama lagi memasuki masa pensiun.

Wakil Ketua Komisi I Meutya Hafidz menilai penunjukkan Marsekal Hadi telah memenuhi rasa keadilan bagi tiap matra untuk menjadi Panglima TNI.

“Bagus ya, pertama ini memenuhi rasa kebersamaan dan keadilan di TNI, dari sisi matra angkatan udara. Semangat rotasi itu dilakukan oleh Presiden,” kata Meutya di Jakarta, Senin (4/12).

Menurut Meutya, Hadi memiliki modal besar sebagai Panglima TNI baru karena punya kedekatan dengan Presiden Jokowi saat masih menjadi Sekretaris Militer (Sesmil) Presiden. Karir Hadi di militer terbilang cemerlang karena cepat mendapat kenaikan pangkat.

“Beliau punya modal besar karena dulu sebagai sesmil juga banyak berhubungan dengan Presiden. Sehingga mudahan-mudahan chemistry nya nanti baik dengan Presiden,” terangnya.

Proses fit and proper test Hadi sebagai calon Panglima TNI kemungkinan bisa dilakukan pada masa sidang saat ini. DPR masih memiliki waktu 2 minggu untuk menggelar fit and proper test sebelum memasuki masa reses pada 14 Desember 2017.

“Saya sudah terima informasi surat telah diterima pimpinan DPR, nama yang diajukan adalah Kasau, kita masih punya waktu 2 minggu untuk masa sidang ini, harusnya cukup untuk masa sidang ini,” tambahnya.

Peluang Komisi I untuk menyetujui Hadi sebagai Panglima TNI baru terbilang cukup besar. Alasannya, Komisi I jarang menolak nama calon Panglima TNI yang diajukan oleh presiden.

“Hampir tidak pernah ya kita menolak, apalagi kalau calon tunggal kita yakini bahwa Presiden sudah memikirkan matang-matang sekali calonnya,” ungkapnya.

Alasan lain, hubungan antara Komisi I dengan Hadi sangat baik. Meski demikian, Komisi I akan tetap mengecek dan memverifikasi berkas-berkas seperti rekam jejak Hadi dari pihak Istana.

“Kalau TNI berbeda dengan Polri, TNI kan dipilihnya dari kepala staf. Kami sudah terbiasa dan sering komunikasi dengan Pak Hadi. Jadi saya rasa, tidak terlalu ada masalah,” tukas Meutya.

Diketahui, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan pihaknya sudah mengantongi surat pergantian Panglima TNI. Diakuinya Jenderal Gatot Nurmantyo akan diberhentikan dengan hormat dan pengangkatan KSAU Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI.

“Tadi pagi saya menerima Menteri Sekretaris Negara Prof Pratikno, menyampaikan surat dari Presiden tentang rencana pemberhentian dengan hormat Jenderal Gatot Nurmantyo dan pengangkatan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI yang baru,” ujar Fadli.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge