0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pabrik Pil PCC di Semarang Pakai Mesin Canggih

Pil PCC yang disita petugas (merdeka.com)

Timlo.net – Sebanyak 13 juta butir PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol) disita petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Pabrik yang ada di di Jalan Halmahera Raya, Semarang itu memproduksi hingga jutaan butir per pekan. Penggerebekan pabrik PCC ini dinilai sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia.

“Kemampuan produksi disini sudah canggih. Semua pakai teknologi dan pakai peredam di setiap ruangan, jadi tetangga tidak curiga kalau ada aktivitas pembuatan pil,” jelas Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso, Senin (4/12).

Karena kemampuan membuat pil dalam jumlah besar, maka keuntungan yang diraih pun sangat besar.

Budi Waseso mengatakan, setidaknya dalam satu hari pabrik ini mampu membuat satu juta pil.

“Ini ada alat yang bisa mencetak 35 butir per klik setiap detiknya,” terangnya.

Bahan baku pembuatan pil ini berasal dari China dan India.

Alat-alat yang disita dari pabrik ini di antaranya mesin pencetak pil PCC, mesin pres, mesin pengaduk, mesin pengering. Pil yang sudah dicetak ada 1.710.000 butir, pil PCC 5.410.000 butir, bahan baku 156 kilogram untuk pembuatan lima juta butir pil, Carisoprodol 20 sak, tepung lima karung, 17 drum Paracetamol.

Selain di pabrik, tim juga meyambangi gudang penyimpanan pil PCC yang siap edar. Di gudang ini terdapat 1 juta pil PCC, 1.390.000 pil warna kuning yang disebut Nova, 8 karton pil Angiofen berisi 72.000 butir, serbuk warna kuning untuk pil Nova seberat 27 kilogram.

“Serbuk ini jika dibuat bisa menghasilkan 1 juta pil,” ucap Budi Waseso. Selain itu, diamankan juga 180 rol aluminium foil merek Zenit Karnoven seharga Rp 5 juta, satu mobi Nissan Evalia, dan sepeda motor Honda.

Seperti diketahui, tim gabungan BNN, Mabes Polri, dan Polda Jateng menggerebek pabrik pembuatan pil PCC. Penggerebekan dilakukan Minggu (3/12) di Semarang dan Solo. Ada 14 tersangka yang ditangkap, selain pekerja, tim gabungan juga menahan pemilik pabrik dan pemodal.

[ded]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge