0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keraton Kasunanan Surakarta Gelar Upacara Adang Sepisan

Keraton Kasunanan Surakarat menggelar Upacara Adang Sepisan (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar upacara peringatan Adang Sepisan menandai dimulainya tahun Dal 1951 dalam penanggalan Jawa, Minggu (3/12). Tahun Dal merupakan siklus delapan tahunan dalam penanggalan Sultan Agung tersebut.

“Adang Tahun Dal merupakan upacara yang diselenggarakan oleh Keraton Surakarta Hadiningrat pada 8 tahun sekali,” ungkap GPH Dipokusumo, salah satu kerabat Keraton saat ditemui di sela-sela upacara.

Uniknya, upacara ini selalu terjadi pada hari Ahad Pahing, malam Senin Pon setiap bulan Mulud tahun Dal yang jatuh pada delapan tahun sekali. Pemilihan hari Senin Pon di bulan Mulud karena merupakan weton atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW menurut kalender Jawa. Di tahun ini, Adang Tahun Dal bertepatan pada hari Minggu, malam Senin, 3-4 Desember 2017.

Rangkaian upacara Adang Tahun Dal diawali dengan penjamasan dhandhang pusaka Kyai Duda yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Desember 2017 di dapur keraton Pawon Gondorasan. Kemudian dilanjutkan dengan proses memasak nasi pada hari Minggu, 3 Desember 2017 pukul 23.00 WIB di Pawon Gondorasan. Proses menanak nasi dilakukan sendiri oleh Sahandap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun (SSISKS) Paku Buwono XIII dengan diawali menyalakan api oleh Sinuhun.

Perlengkapan menanak nasi dapat dikatakan istimewa karena beras dimasak adalah beras terbaik yang berasal dari Delanggu & Lumbung Selayur, sedangkan air yang digunakan untuk memasak berasal dari mata air Pengging, Mungup, Cokrotulung, Bonowelang dan Sumur Jolotundo. Kekeb atau penutup dhandhang terbuat dari gerabah yang tanahnya berasal dari Bayat (Klaten) dan Selo (Grobogan) dan dibuat khusus untuk sekali pakai. Sedangkan api yang digunakan untuk memasak nasi di tungku berasal dari api abadi di Makam Kyai Ageng Selo di Grobogan.

“Selama upacara menanak nasi berlangsung, abdi dalem ngulama tak henti-hentinya membacakan dzikir dan shalawat selama satu malam,” imbuhnya.

Hadir dalam ritual tersebut, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Ketua DPRD Solo Teguh Parkosa, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, dan Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge