0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sejumlah Luweng Sebabkan Banjir, Ini Tanggapan Dewan

Anggota DPRD Jateng Tety Indarti bersama anggota DPRD Wonogiri Tinggeng serta Milkyas Nusantoro menyalurkan bantuan sembako dari Keluarga Besar PD dan SBY di Eromoko (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Luapan air yang menggenangi Dusun Bongos, Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Wonogiri disebabkan tersumbatnya aliran sungai bawah tanah atau luweng di dusun setempat. Hampir saban tahun, luweng itu merendam puluhan rumah warga. Meski demikian, belum ada upaya permanen untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kita akan koordinasi dengan Pemkab Wonogiri dan juga Pemprop Jateng untuk mencari solusi permanen dalam menyikapi mampat sejumlah luweng,agar kedepannya tidak timbul lagi musibah seperti ini,” ungkap Anggota DPRD Propinsi Jateng, Tety Indarti di sela-sela pendistribusian bantuan 500 paket Sembako dari keluarga besar SBY dan juga Partai Demokrat (PD) Wonogiri, di Eromoko, Sabtu (2/11).
Plt Ketua DPC PD Wonogiri ini juga menyebut, selain berperilaku baik dalam menjaga kelestarian lingkungan, juga perlu adanya penataan dan perawatan drainase. Tak terkecuali masyarakat Dusun Bongos, dimana tersumbatnya luweng yang terletak di tanah kas desa meluap perlu dilakukan evaluasi.
“Drainase haru diperbaiki. Jangan buang sampah sembarangan yang bisa menyumbat mulut luweng. Dan terpenting untuk mengatasi luapan air bah ini perlu membangun sistem pembuangan air luweng. Pada intinya kita akan fasilitasi, hasil aspirasi ini yang nantinya akan dikoordinasikan dengan Pemkab dan dinas terkait, dalam hal ini BPBD Wonogiri,” kata dia.
Hal serupa diutarakan Sekretaris  PD Wonogiri, Tinggeng, menurut dia, untuk mengatasi persoalan luweng mampat di dusun setempat,perlu adanya sejumlah kajian mendalam dan dukungan masyarakat. Bisa saja, kata Tinggeng, masyarakat menggunakan dana desa serta melalui pos anggaran dari BPBD Wonogiri untuk membangun pembuangan air luweng permanen.
“Sebenarnya sudah ada aliran yang dibuat warga kemarin tapi belum memadai dengan kapasitas air, sehingga surutnya air agak lama. Kami juga mendorong agar warga mengajukan kepada Pemkab melalui BPBD agar saluran pembuangan ini dibuat lebih baik lagi atau permanen,” terangnya.
Sementara itu, Kadus Bongos, Supriyono menyebut, air bah merendam 16 rumah sejak Selasa (28/11). Dengan perincian, tujuh rumah terendam sekitar 50 centimeter, dan sembilan rumah lagi hanya sekitar 30 centimeter. Meski kondisi air sudah surut, di tujuh rumah tersebut sampai saat ini, air masih menggenang di halaman rumah dan pekarangan.
“Sejak Selasa itu kita gotong royong membuat saluran pembuangan dari luweng pertama ini dengan lebar 50 centimeter dengan kedalaman tiga meter. Air bah itu kita salurkan menuju luweng kedua yang jaraknya sekitar 200 meter. Namun hal itu belum maksimal, air di luweng pertama masih menggenang dengan ketinggian air sekitar satu meter,” jelasnya.
Saat ini dengan satu unit pompa diesel bantuan BPBD Wonogiri dan enam unit mesin pompa air milik warga, kata Supriyono, air di luweng pertama dialirkan menuju saluran pembuangan. “Ya, kalau dibuat lebih lebar dan permanen kemungkinan air di luweng ini tidak lagi merendam rumah warga dusun kami ini,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge