0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hujan, Petani Pepaya Berharap Kutu Putih Menghilang

Petani terpaksa menebang pohon pepaya akibat serangan hama kutu putih (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Petani pepaya di wilayah Boyolali berharap hujan yang turun bisa menghilangkan hama kutu putih. Pasalnya, selama ini berbagai upaya dilakukan untuk membasmi hama kutu putih namun hasilnya belum maksimal.

“Biasanya kalau kena air hujan terus menerus, kutu putih akan menghilang,” kata Slamet petani pepaya di Mojosongo, Boyolali, Sabtu (2/12).

Diakui, serangan hama kutu putih di musim kemarau mengakibatkan turunya hasil panen. Kalaupun bisa panen, pepaya yang dihasilkan tidak maksimal, rasa menjadi tidak manis. Hama kutu putih sendiri menyerang bagian daun dan buah. Biasanya hama ini bergerombol ribuan jumlahnya.

“Kalau sudah terlanjur kena, sulit dibasmi. Biasanya daun langsung mengering, buah busuk,” imbuhnya.

Hal yang sama dialami Giyanto, petani pepaya di Siswodipuran, Boyolali. Ia terpaksa menebang sebagian besar pohon pepaya akibat serangan hama kutu putih. Tanaman pepaya yang ditebang dinilai sudah tidak bisa menghasilkan buah yang bagus.

“Ya harus ditebang, kalau tidak nanti buah yang dihasilkan juga jelek,” ujar Giyarto ditemui di ladangnya.

Sebelum serangan parah, dirinya sudah rajin menyemprot tanaman dengan pestisida namun gagal. Selain pestisida, juga menggunakan cairan deterjen. Upaya inipun sia-sia, tanaman pepaya tak bisa diselamatkan.

“Nanti kita ganti tanaman yang baru,” imbuhnya.

Serangan hama kutu putih sendiri menyerang tanaman pepaya disejumlah sentral lahan pepaya, seperti di wilayah Mojosongo, Musuk, Ampel, Boyolali Kota, Teras dan Banyudono. Hama kutu putih biasa menyerang di musim kemarau.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge