0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kenapa Penolakan Membuat Orang Begitu Terluka? Apa Solusinya?

Ilustrasi patah hati. (Dok: Timlo.net/Baltyra.com.)

Timlo.net—Penolakan adalah sebuah luka emosional yang paling umum diderita dalam kehidupan sehari-hari. Resiko tertolak biasanya terbatas pada ukuran lingkungan sosial yang dimiliki seseorang. Tapi sekarang ini, karena adanya komunikasi elektronik, sosial media dan aplikasi kencan, masing-masing orang terhubung dengan ribuan orang. Jika kita merasa posting, chat, SMS atau bentuk komunikasi lain diabaikan, kita merasa tertolak.

Selain bentuk penolakan kecil ini, kita masih rentan terkena penolakan yang lebih serius. Ditinggalkan pasangan, dipecat dari pekerjaan, dihina oleh teman, atau dikucilkan oleh keluarga dan lingkungan karena gaya hidup kita. Penolakan karena hal-hal ini bisa menimbulkan rasa sakit yang dalam dan melumpuhkan.

Entah rasa tertolak yang kita alami besar atau kecil, hanya ada satu hal yang pasti: rasanya selalu menyakitkan dan biasanya lebih dari yang kita harapkan, tulis Guy Winch, seorang psikolog dalam situs ideas.ted.com.

Pertanyaannya kenapa? Kenapa kita begitu terganggu jika seorang sahabat tidak mengklik like pada foto liburan keluarga yang kita unggah di Facebook? Kenapa itu merusak mood kita? Kenapa hal sepele seperti itu membuat kita merasa marah pada teman kita, kesal dan merasa ada yang salah dengan diri kita?

Alasannya karena otak kita dirancang untuk merespon seperti itu. Saat para peneliti menempatkan orang dalam mesin MRI fungsional dan meminta mereka mengingat kembali penolakan yang baru mereka alami, para peneliti menemukan sesuatu yang luar biasa. Saat mengingat penolakan, ada beberapa wilayah otak yang aktif. Beberapa wilayah itu sama dengan wilayah otak yang aktif saat kita merasakan sakit fisik. Bahkan penolakan kecil sekalipun melukai kita lebih dari yang kita inginkan, karena mereka menimbulkan luka baik fisik maupun emosional.

Tapi kenapa otak kita dirancang seperti ini? Para psikolog evolusioner percaya hal ini bermula saat manusia hidup dalam masyarakat berburu meramu dalam suku-suku terpisah. Karena nenek moyang kita tidak bisa bertahan hidup sendirian, dikucilkan dari suku merekapada dasarnya berarti mereka dihukum mati. Sebagai hasilnya, otak manusia mengembangkan mekanisme peringatan dini. Sistem ini aktif saat mereka berada dalam bahaya diusir oleh suku mereka. Tindakan pengusiran itulah yang disebut penolakan. Mereka yang ditolak sekalipun merasa sakit biasanya merubah perilaku mereka, tetap tinggal di suku dan mewariskan gen mereka.

Tentu saja, rasa sakit emosional hanyalah salah satu dampak penolakan. Penolakan juga merusak mood kita dan rasa percaya diri kita. Juga menimbulkan kemarahan dan agresi karena membuat kita merasa tidak memiliki tempat dan tidak diinginkan.

Sayangnya, kerusakan terbesar penolakan timbul dari diri sendiri. Memang, reaksi alami kita saat dicampakkan pacar atau tidak dipilih dalam tim sepak bola di sekolah bukan hanya merasa sakit. Kita menjadi sering mengkritik diri sendiri. Kita memaki diri sendiri, meratapi apa yang terjadi dan merasa jijik dengan diri sendiri. Dengan kata lain, saat rasa percaya diri kita begitu terluka, kita lantas merusaknya lebih jauh. Hal ini tidaklah sehat secara emosional dan secara psikologis merusak diri sendiri.

Berita baiknya ada cara yang lebih baik dan lebih sehat untuk menanggapi penolakan. Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi respon kita yang tidak sehat, menenangkan rasa sakit emosional kita dan membangun kembali rasa percaya diri kita. Berikut ini beberapa di antaranya:

Jangan mengkritik diri sendiri

Walaupun hal ini terasa menggoda untuk mendaftar semua kesalahan Anda setelah ditolak. Sekalipun terasa wajar untuk mengkritik diri sendiri untuk hal salah yang Anda lakukan sehingga ditolak. Tapi janganlah melakukan itu. Anda bisa mengingat kembali apa yang terjadi. Lalu berencana melakukan sesuatu secara berbeda di masa mendatang. Tapi janganlah menghukum diri sendiri dan menghina diri sendiri. Lebih baik berpikir,” Saya seharusnya tidak berbicara soal mantan saat kencan pertama.” Tapi jangan berpikir, “Aku seorang pencundang!”

Salah satu kesalahan lain adalah berpikir jika penolakan itu bersifat pribadi padahal bukan. Seringkali penolakan, entah dalam percintaan, pekerjaan dan bahkan pertemanan dikarenakan ketidaksesuaian kondisi dan keadaan. Berusaha mencari-cari kekurangan diri sendiri untuk memahami kenapa Anda ditolak tidaklah perlu.

Bangkitkan percaya diri

Saat rasa percaya diri Anda terpukul, penting untuk mengingatkan diri sendiri apa yang bisa Anda tawarkan (bukan kelemahan-kelemahan Anda). Cara terbaik untuk meningkatkan rasa berharga setelah ditolak adalah mengingat kembali sisi kepribadian Anda yang Anda tahu bernilai. Coba tulis lima kualitas yang Anda miliki yang Anda tahu penting atau bernilai. Hal-hal yang Anda tahu bisa membuat Anda menjadi teman atau kekasih yang baik. Contohnya Anda supportif atau memiliki empati yang tinggi. Anda seorang teman yang baik karena setia atau bisa menjadi pendengar yang baik. Atau Anda adalah seorang pegawai yang baik (bertanggung jawab atau memiliki etika kerja yang tinggi). Lalu pilihlah salah satu kualitas itu dan tulislah dalam satu atau dua paragraf, kenapa kualitas itu penting bagi orang lain. Atau bagaimana Anda mengungkapkannya dalam situasi yang relevan. Menggunakan alat pertolongan pertama untuk luka emosional dengan cara ini akan meningkatkan rasa percaya diri, mengurangi luka emosional dan membangun keyakinan diri.

Kuatkan Hubungan Sosial

Sebagai makhluk sosial, kita butuh merasa diinginkan dan dihargai oleh berbagai kelompok sosial yang berhubungan dengan kita. Penolakan membuat kita merasa tidak menjadi bagian dari kelompok itu. Kita merasa gelisah dan tidak punya tempat. Oleh karena itu, kita perlu mengingatkan diri sendiri jika kita dihargai dan dicintai sehingga kita merasa lebih terhubung.

Jika teman-teman kerja Anda tidak mengajak Anda minum kopi di luar, maka nikmatilah waktu makan malam bersama tim softball Anda. Jika anak Anda ditolak oleh temannya, ajaklah dia berkenalan dengan teman baru. Saat teman kencan Anda tidak membalas SMS, teleponlah kakek Anda. Ingatkan diri jika suara Anda bisa membawa sukacita bagi orang lain yang dekat dengan Anda.

Penolakan tidaklah selalu mudah untuk dihadapi. Tapi mengetahui cara membatasi kerusakan emosi yang bisa disebabkan oleh penolakan dan membangun rasa berharga adalah hal yang penting. Mempraktekkan cara-cara ini akan menolong Anda pulih dengan lebih cepat. Bergerak maju dengan keyakinan untuk memulai hubungan lain atau mengikuti kegiatan sosial lain.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge