0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Universitas Muhammadiyah Diminta Buka Prodi Kebencanaan

Mendikbud Muhadjir Effendy. (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Indonesia dengan segala kondisinya termasuk dalam kategori negara yang rawan bencana. Namun belum banyak kampus atau universitas yang membuka program studi kebencanaan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang juga mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhadjir Effendy, menyarankan perguruan tinggi membuka program studi kebencanaan. Muhadjir mendorong niat mulia itu diterapkan di kampus Muhammadiyah, termasuk UMM.

Usulan tersebut disampaikan Menteri Muhadjir saat membuka Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah di Dome UMM. Muhadjir menilai perlu revitalisasi peran Muhammadiyah dengan menempatkan bidang penanggulangan bencana sebagai kekuatan baru.

“Saya sangat mendukung bila amal usaha Muhammadiyah yang besar-besar ini menaruh kepedulian di bidang kebencanaan dan bila perlu dibuka program studi kebencanaan di beberapa universitasnya,” kata Muhadjir Effendi di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (1/12) malam.

Muhadjir mengapresiasi peran dan kehadiran Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) yang dinilainya menjadi kekuatan kelima bagi Muhammadiyah.

MDMC dipandang melengkapi kekuatan pertama yaitu bidang pendidikan, kekuatan kedua bidang kesehatan, ketiga bidang kesejahteraan sosial dan kekuatan keempat bidang ekonomi seperti diperankan Lazismu.

Ia meminta MDMC terus berkembang, dengan penambahan fasilitas yang dirasa perlu untuk memaksimalkan tim SAR Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana.

“Saya kira Muhammadiyah harus selalu berada di depan untuk mempelopori pendekatan sainstifik dalam penanggulangan kebencanaan sehingga setiap bencana dapat ditangani dengan baik melalui perencanaan yang baik,” tambah Muhajir.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, semangat berbagi dan peduli adalah semangat mulia sesuai dengan jiwa Muhammadiyah. Kader Muhammadiyah wajib menyebarkan agar semangat itu menjadi spirit bagi orang lain.

“Tugas moral Muhammadiyah adalah bagaimana semangat berbagi dan peduli tanpa pamrih bisa menjadi spirit para elit bangsa sehingga mengurus bangsa ini dengan tulus, dengan jujur dan ikhlas. Bangsa ini bisa maju jika para elit bangsanya tulus dan ikhlas,” kata Haedar Nasir.

Pembukaan Jambore Relawan Muhammadiyah ditandai dengan Deklarasi Pelajar Tangguh Bencana oleh perwakilan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia. Deklarasi dipimpin oleh Ketua Bidang Media dan Komunikasi Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Maharina Novia Zahro.

Selain itu, para peserta juga dibuat terpukau dengan simulasi penyelamatan bencana dari Tim SAR Medis Muhammadiyah yang dilakukan di Hall UMM Dome.

Simulasi penyelamatan bencana kebakaran ini menggunakan teknik vertical rescue, dengan menggunakan tali-temali yang menghubungkan antara Gate A dan Gate C. Kemudian salah satu tim SAR disimulasikan menyelamatkan korban kebakaran melalui gedung yang tinggi.

Kegiatan Jambore Nasional ini dilanjutkan dengan paparan umum dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diwakili Deputi Logistik dan Peralatan, Rudi Phadmanto. [lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge