0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Nilai Proyek Makam Bonoloyo Buruk

Jajaran Komisi II DPRD Solo melakukan Sidak ke proyek pembangunan Makam Bonoloyo baru-baru ini (dok`timlo.net/achmad khalik)

Solo — Proyek pengerjaan pagar Makam Bonoloyo dinilai kurang memuaskan oleh kalangan legislatif. Selain molor dari jadwal yang telah ditentukan, pengerjaan pagar makam tersebut juga dinilai kurang memenuhi unsur estetika.

“Kuncup pagar keliling baru setengah yang dipasang, sela sambungam antar tembok terlalu lebar dan masih menyambung otot besinya. Artinya kalau satu blok pagar ambruk maka tembok lain akan ikut ambruk. Pedestrian juga masih bergelombang sehingga ketika hujan air menggenang. Kemudian tidak ada inlet dari jalan ke saluran jadi waktu hujan air menggenang di jalan. Lalu finishing tembok juga kurang bagus,” tandas Anggota Komisi II DPRD Kota Solo, Ekya Sih Hananto dalam Sidak yang dilakukan, baru-baru ini.

Hal itu masih diperparah dengan tidak adanya konsultan saat Komisi II melakukan Sidak ke lokasi tersebut.

“Konsultannya gak bener. Proyek tidak ditunggui. Kalau ada kesalahan ya bakal lanjut. Pengawas itu adalah tangan panjang pemerintah. Jadi dia harus selalu cek lokasi apabila ada yang tidak sesuai DED bisa langsung tegur pelaksana. Pelaksana pemenang lelang harus konsisten dan fokus mengerjakan proyeknya,” kata Ekya geram.

Senada, Ketua Komisi II DPRD YF Sukasno mengatakan, rekanan proyek yaitu PT Ramelan dipastikan terkena pinalti karena hingga kontrak selesai per tanggal 1 November lalu, sampai sekarang pembangunan belum kunjung rampung.

“Karena tidak selesai tepat waktu maka konsekuensinya kena sanksi denda. Kontraktor dari PT Ramelan mengajukan ijin perpanjangan selama 44 hari, tapi tetap harus membayar pinalti. Jadi sekarang ini masuk masa perpanjangan kontrak,” ujarnya.

Selain itu, Kasno juga menekankan sejumlah hasil pekerjaan kontraktor yang relatif kurang baik. Banyak bangunan yang harus dibongkar kembali karena hasil yang tidak maksimal. Sama seperti proyek-proyek pembangunan fisik Kota Solo lainnya, Kasno juga menekankan pada fungsi konsultan pengawas proyek.

“Konsltan pengawasnya kami cari tidak ada. Bagaimana hasil pekerjaam bisa baik kalau konsultan pengawasnya tidak ada dan tidak dikritisi hasil pekerjaannya. Tetap harus kena sanksi. Dan ini akan kami awasi terus karena sudah masuk masa perpanjangan. Jangan sampai kualitasnya jelek,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge