0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengakuan Mantan Teroris, Paimin Pernah Berniat Racuni Polisi

Talkshow Kapolres Sragen dengan mantan teroris, Paimin (No 2 dari kanan berpeci). (foto: Agung Widodo)

Sragen – Bagi teroris untuk membunuh musuhnya tidak selamanya dengan cara bom bunuh diri. Tapi segala cara bisa ditempuh untuk melaksanakan niatnya. Termasuk dengan cara meracuni makanan yang hendak disantap polisi.

“Saya diajari membuat racun, yang ditujukan pada anggota kepolisian. Target polisi karena teroris banyak menyimpan dendam pada polisi,” kata Paimin (36), seorang mantan anggota teroris yang mengaku sudah bertobat, Jumat (1/12).

Dalam acara talkshow bersama Kapolres Sragen dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen di Polres Sragen beberapa waktu lalu, Paimin mengungkapkan, awalnya dia berprofesi sebagai pedagang mie ayam di Kemayoran, Jakarta.

Pada suatu ketika di tahun 2010 dirinya berkenalan dengan seseorang di sebuah toko buku. Dari perkenalan itu Paimin sering diajak menghadiri pertemuan dan diajari cara membuat racun.

”Dulu dijanjikan surga, saya tidak berpikir panjang waktu itu. Itu pikiran saya akan masuk surga dan menganggap itu perbuatan yang benar,” ujarnya.

Kemudian pada 2011, Paimin ditangkap dan dipenjara sampai 2014. Namun dia mengaku belum sempat melakukan aksi yang menimbulkan korban jiwa. Dia bersyukur tidak sampai menyakiti orang lain lantaran terpengaruh paham radikal.

Dalam talkshow tersebut Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman menyampaikan, dengan pengalaman Paimin semua bisa belajar. Ini menjadi pencerahan dan upaya deradikalisasi untuk masyarakat.

”Apresiasi pada Paimin. Pengalaman Paimin jadi pencerahan. Insya Allah kali ini banyak manfaat,” kara Kapolres.

Talkshow yang dipandu oleh Ketua FKUB Sragen, Fahrudin tersebut juga menghadirkan Ketua MUI Sragen, Minanul Aziz, dan perwakilan Kodim 0725/Sragen serta awak media.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge