0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cengkeh Kena Longsor, Warga Rugi Jutaan

(foto: Tarmuji)

Wonogiri – Longsor yang menerjang Dusun Bengle RT1/RW5, Desa Dlepih Kecamatan Tirtomoyo, menyebabkan kerugian materi. Salah satunya, sejumlah pohon cengkeh milik Kabul (45) milik warga setempat.

“Pohon cengkeh yang diterjang longsor itu posisinya di ladang. Ada tujuh batang,” papar Kabul saat ditemui Timlo.net di tenda pengungsian dikantor Balai Desa Dlepih, Jumat (1/12).

Menurut dia, tujuh pohon cengkeh tersebut rata-rata sudah berusia sekitar 30 tahun. Saat ini, pohon- pohon cengkeh itu tengah memasuki musim berbunga. Ia juga menyebut jika beberapa bulan lagi bunga cengkeh itu sudah siap panen.

“Padahal, pohon cengkeh itu terbilang produktif dibandingkan pohon cengkeh yang saya tanam di pekarangan rumah. Hasilnya jauh bagus yang di ladang itu sebenarnya.Tapi, bagaimana lagi wong sudah begini,” tutur pria beranak satu ini.

Saat musim panen, setiap satu pohon bisa menghasilkan sekitar satu kuintal cengkeh. Harga cengkeh sendiri menurut Kabul berubah-ubah. Seperti saat ini harga cengkeh bisa tembus Rp 40 ribu perkilogramnya.

Jika saat harga sedang bagus seperti saat ini, Rp 40 ribu perkilonya, satu pohon hasilnya paling jelek Rp 2 juta mas,” bebernya.

Ditambahkan, di dusunnya ada 36 rumah. Sebagian rata diterjang longsoran material yang datang dari bukit di atas pemukiman yang jaraknya hanya sekitar 300 meter. Sementara rumah yang ia huni aman dari bencana.

Meski begitu kanan kiri tetangganya luluh lantak diterjang luncuran material yang katanya menyerupai gumpalan tanah bergerak berputar- putar dengan cepat.

“Tadi sore saya sempat menengok rumah, sambil membawa pakan untuk ternak kambing saya. Setelah itu saya duduk di depan rumah, melihat ke arah barat dulu ada rumah sekarang berubah jadi hamparan tanah. Lama-lama saya jadi ngeri, seperti dusun mati saja, sepi dan dingin,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge