0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panitia Sekaten Ditangkap Polisi, ini Kata Walikota

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (foto: Heru Murdhani)

´╗┐Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menanggapi dingin perihal penahanan sejumlah panitia pelaksana acara Maleman Sekaten oleh Polresta Solo. Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo bahkan mengaku belum mengetahui perihal penahanan dua orang, yakni KGPH Benowo yang merupakan keluarga dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Robby Hendro Purnomo.

“Saya belum tahu itu,” singkat pria yang akrab disapa Rudy tersebut, saat dijumpai di Museum Keris, Jumat (1/12).

Polemik terkait Maleman Sekaten sendiri mencuat saat pedagang melaporkan dua orang tersebut ke Polsek Pasar Kliwon yang kemudian dilimpahkan ke Polresta Solo. Keduanya dilaporkan atas tuduhan penipuan dan penggelapan. Pasalnya pedagang telah membayarkan sejumlah uang guna membuka lapak di acara Maleman Sekaten yang dilaksanakan di Alun-alun utara (Alut) Solo.

Namun, dalam pelaksanaannya pedagang tidak bisa berjualan di sana, lantaran tidak mendapatkan izin dari Pemkot Solo. Sebab lahan Alut telah disewa oleh Pemkot dalam jangka waktu satu tahun dengan nilai Rp 2,5 Miliar.

“Saya sudah bilang saat ini kan ada yang namanya Satgas Saber Pungli. Nah kalau alun-alun ini sudah disewa oleh Pemerintah kota Solo, yang punya kewenangan itu Pemerintah Kota,” urai Rudy.

Bahkan, Rudy juga telah berpesan kepada Kepala Dinas Perdagangan, bahwa masyarakat boleh berdagang dengan memakai lahan yang disewa Pemkot itu di sisi timur, dengan tidak ditarik biaya.

“Lha tapi kalau kemudian ada yang menarik biaya dan kemudian ditahan, ya saya tidak tahu,” kata dia.

Seperti diberitakan, panitia pelaksana Maleman Sekaten dilaporkan oleh pedagang dan pemilik wahana permainan Pasar Malam Sekaten, Jumat (24/11). Pedagang menuntut panitia mengembalikan uang yang telah disetorkan pedagang sebagai pungutan untuk berdagang di Maleman Sekaten.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge