0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Pasang Gunungan Sekaten Jadi Rebutan Warga

Gunungan Sekaten (timlo.net/heru gembul)

Solo — Dua pasang Gunungan Sekaten ludes dalam sekejab saat hendak didoakan di pelataran Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta, Jumat (1/12) siang. Masyarakat yang sudah sedari pagi menunggu munculnya dua pasang Gunungan tersebut, tampaknya tak bisa lagi membendung kesabarannya, dan berupaya merebut gunungan tersebut.

Pihak keamanan baik dari internal penyelenggara maupun dari Kepolisian tampak sedikit kewalahan dengan banyaknya masyarakat yang hadir. Halaman Masjid Agung penuh sesak dengan manusia.

Sekitar pukul 10.30 WIB, iring-iringan rambongan pembawa gunungan mulai tampak dari gapura Masjid Agung usai melewati Kori Kamandungan, Sithinggil, Pagelaran, Alun-alun Utara (Alut). Tampak dibarisan paling depan rombongan marching band keraton, diikuti prajurit keraton, kemudian barisan pembawa gunungan, dan yang terakhir adalah kerabat Keraton, Abdi Dalem, dan Sentana Dalem.

Setelah sampai di halaman Masjid, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan gunungan, oleh perwakilan pihak Keraton, kepada takmir Masjid untuk didoakan. Namun, begitu Gunungan tersebut akan didoakan, tanpa dikomando ribuan orang berebut Gunungan yang terdiri dari dua gunungan jaler (pria) dan gunungan estri (wanita) tersebut berisi rengginang, kacang panjang, buah-buahan dan sayur mayur itu.

“Esensinya di gunungan jaler dan estri yang menyimbolkan kesejahteraan. Karena esensi grebeg maulud adalah menyambut lahirnya Nabi Muhammad SAW. Dimana dengan kelahiran Nabi Muhammad, masyarakat menjadi sejahtera. Kalau untuk jumlah tidak pengaruh, yang penting gunungannya berpasangan,” ungkap GPH Dipokusumo.

timlo.net/heru gembul

Salah seorang pengunjung, Suyatni (58) mengatakan dirinya turut berebut gunungan percaya dengan tradisi berebut gunungan akan mendatangkan keberkahan tersendiri. Dalam rebutan tersebut Suyatni berhasil merebut sayuran berupa Kacang Panjang dan Terung.

“Ya disimpan, biar mendatangkan keberkahan. Saya kan wong tani, ini bijinya bisa ditanam, buat ulur, biar tanaman yang lain juga subur, bagas kewarasan.” kata dia.

Selain tradisi Grebeg Sekaten, peringatan Maulid Nabi di Kota Solo biasanya juga diperdengarkan gamelan sekaten yakni Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari. Selain itu ada juga tradisi mengunyah kinang secara bersama-sama, dan makan telur asin bersama.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge