0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rugi Miliaran, Pemilik Bengkel Wiseso Tito Perkarakan Notaris dan Makelar

Yeheskiel Marcelino Wiseso Tito, pemilik bengkel "Wiseso Tito" menunjukkan berkas surat pengaduan pidana dan perdata (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Merasa ditipu dan dirugikan dalam perkara jual beli tanah, Yeheskiel Marcelino Wiseso Tito mengadukan seorang makelar dan notaris yang diduga membuatnya rugi senilai Rp 9 Miliar. Obyek tanah sengketa seluas 2.870 meter persegi ini terletak di Kawasan Jalan Ahmad Yani No.364-368 RT 02/ RW 08  Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Solo.

“Saya merasa ditipu, kasus ini sudah saya laporkan secara pidana maupun perdata,” terang Tito didampingi istrinya, Antonia Wiwik Winarni saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Kamis (30/11) kemarin.

Kasus ini bermula dari pertemuan Tito, sebagai pemilik tanah dan Andi Nurul Huda selaku makelar tanah tahun 2015 lalu. Dari pertemuan tersebut, Andi bersedia membeli tanah yang diklaim milik Tito dan ditempati sejak tahun 1985 silam. Akan tetapi, sertifikat tanah tersebut belum atas nama Tito lantaran masih berstatus hak guna atau tanah pemerintah. Seiring berjalannya waktu, Andi bersedia melakukan pengurusan syarat administrasi dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Setelah sertifikat berhasil didapat oleh Andi, pihak Tito berniat untuk memintanya. Akan tetapi, oleh Andi tidak diperbolehkan dan mereka hanya mendapat sertifikat salinan yang telah mendapat pengesahan saja.

“Saat saya minta sertifikat asli, kami cuma diberi salinan saja. Kami selalu dihalang-halangi untuk minta sertifikat tersebut dengan alasan bahwa Andi telah mengeluarkan banyak biaya untuk pengurusan tersebut,” ungkap pemilik Bengkel Wiseso Tito Sumber, Banjarsari tersebut.

Hingga akhirnya, sekitar Januari 2017, pihak  Tito dipertemukan dengan seorang notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) bernama Novia Puspita Wardani. Dalam pertemuan tersebut, Tito diminta untuk menandatangi berkas yang tidak diketahui isinya. Belakangan, diketahui bahwa berkas yang dia tandatangani tersebut merupakan surat kuasa untuk menjual tanah yang sertifikatnya telah dibawa oleh Andi Nurul Huda.

“Kami tidak tahu isinya apa. Kami cuma disuruh menandatangani sebuah berkas. Ternyata, belakangan kami tahu jika itu surat kuasa dari kami untuk menjual tanah milik kami melalui Andi. Kami merasa tertipu,” terangnya.

Setelah mendapatkan surat kuasa, Andi lalu menjual tanah  yang berlokasi tepatnya di sisi barat simpang lima Sumber, Banjarsari tersebut senilai Rp 15 miliar kepada pihak lain. Akan tetapi, pembayaran terhadap Wiseso Tito baru dibayarkan senilai Rp 1 Miliar. Padahal, Wiseso Tito meminta pembayaran senilai Rp 10 Miliar.

“Sisanya Rp 9 Miliar belum diberikan,” tandasnya.

Terkait kasus tersebut, lanjutnya, Tito telah mengadu ke tingkat Polresta Solo dengan nomor SP2HP/ 1013/ XI/ 2017/ Reskrim tentang tindak penggelapan uang yang telah dilakukan oleh Andi Nurul Huda. Tak sampai disitu saja, Tito juga melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri dengan nomor aduan B/ 7406/ XI/ 2017/ Bareskrim.

Sementara itu, terkait aduan Perdata, pihak Tito juga telah menunjuk pengacara dan mendaftarkan kasus tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Solo, dengan No.227/ Pdt.G/ 2017/ PN. SKT.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, saat dikonfirmasi kasus ini mengaku masih terus mendalami dengan memburu Andi Nurul Huda yang telah dilaporkan oleh pihak Tito.

“Masih kami dalami kasus ini. Yang bersangkutan (Andi-red) juga masih kami cari,” terangnya singkat.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge