0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pejabat Keraton Dikabarkan Ditahan di Polres

Abdi Dalem Keraton Solo mengusung gamelan Sekaten menuju Masjid Agung (dok.timlo.net/Indira Jayendra Iswari )

Solo — Pengageng Pariwisata Keraton Surakarta, KGPH Benowo dikabarkan ditahan di Mapolresta Surakarta, Kamis (30/11). Menurut sumber timlo.net yang enggan disebut namanya, adik raja Pakubuwana XIII itu dilaporkan pedagang Sekaten atas dugaan penipuan.

Sumber tersebut menyampaikan bahwa KGPH Benowo ditangkap di Boyolali tiga hari yang lalu. Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Keraton Surakarta maupun kepolisian terkait kabar penangkapan tersebut.

“Saya dengar juga begitu,” kata salah satu kerabat Keraton Surakarta, KP Eddy Wirabhumi saat dikonfirmasi tentang kabar tersebut.

Sejumlah pengurus Bebadan Keraton Surakarta seperti Pengageng Sasana Wilapa Dhani Narsugama Hadiningrat dan Pengageng Parentah Keraton KGPH Dipo Kusumo tidak merespon saat dihubungi timlo.net. Sementara pihak kepolisian masih bungkam terkait informasi tersebut. Namun salah satu kerabat yang tidak masuk bebadan, KGPH Suryo Wicaksono mengatakan belum mendengar kabar penahanan tersebut.

“Saya belum tahu. Kabarnya akan dilaporkan polisi terkait sewa lahan alut (Alun-alun Utara) di even sekaten,” kata pria yang akrab disapa Gusti Nenok itu.

Sebagaimana diketahui, karut marut pengelolaan Sekaten 2017 bermula dari berdirinya puluhan kios dan beberapa wahana permainan di Sisi Selatan Alun-alun Utara. Lahan tersebut sudah disewa Pemerintah Kota Solo sejak akhir Oktober lalu hingga setahun mendatang. Tak ayal, para pedagang dan pemilik wahana merasa ditipu panitia. Pasalnya, mereka sudah membayar sejumlah uang kepada panitia untuk membuka lapak di lahan itu. Bahkan untuk wahana permainan, nilai uang yang dibayarkan mencapai jutaan rupiah.

Jumat (24/11) lalu, sejumlah pedagang mengadu ke Polsek Pasar Kliwon terkait dugaan penipuan tersebut. Polisi berusaha memediasi antara pedagang, Pemkot Solo, dan panitia. Namun pihak panitia tidak menghadiri upaya penyelesaian masalah tersebut. Para pedagang dan wartawan berusaha menghubungi melalui nomor telephon yang diberi panitia. Tak satu pun direspon.

“Sampai saat ini pihak panitianya tidak bisa dihubungi. Ini juga sedang dicari oleh pedagang lainnya. Kalau tidak ketemu ya kita lapor polisi,” kata salah seorang pedagang Maleman Sekaten, Sarwanto, Senin (25/11) lalu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge