0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Serang Petugas, Napi Nusakambangan Dipindah ke Sel Isolasi

Lapas Nusakambangan (merdeka.com)

Timlo.net – Seorang narapidana Lapas Kembangkuning Nusakambangan, Muhammad Fajar alias Tata, menyerang petugas lapas. Atas aksinya itu, Tata dipindah ke Lapas Pasir Putih. Lapas tersebut telah menerapkan sistem maximum security.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah, Ibnu Chuldun mengatakan dari hasil pemeriksaan penyidik Polres Cilacap, Tata terbukti menusuk petugas magang bernama Ardi yang sedang mengecek kondisi sel blok C di Kembang Kuning.

“Narapidana yang bersangkutan kemudian diproses lebih lanjut oleh aparat Kepolisian, dan dari penyelidikan dia menusuk petugas magang karena tersinggung kepergok membawa telepon genggam ke selnya,” kata Ibnu, Rabu (29/11).

Kepolisian juga sempat menahan Tata di Polres Cilacap. Di Pasir Putih, Tata akan menghuni sel isolasi dengan penjagaan super ketat. Selain itu, sejumlah pelaku bentrokan antar-narapidana yang terjadi di Lapas Permisan juga mendekam di LP Pasir Putih dengan sistem pengamanan yang sama.

“Ini sebagai efek jera bagi semua napi,” tegasnya.

Ia mengaku tak ingin kecolongan lagi dengan adanya aksi penyerangan di lingkungan Lapas Nusakambangan. Setidaknya, dalam waktu berdekatan sudah dua kali penyerangan yang melibatkan kelompok narapidana.

Pada akhir Oktober kemarin, terjadi bentrokan antara kelompok narapidana kasus terorisme dengan kelompok John Kei. Kejadian itu mengakibatkan beberapa narapidana terluka, termasuk John Kei. Sedangkan seorang narapidana ditemukan tewas akibat luka tusuk di punggung.

“Kami juga telah meminta tambahan personel dari Polres Cilacap untuk mem-backup razia-razia ponsel di semua sel tahanan. Yang pasti kejadian ini jadi pelajaran berharga buat kami, petugas lapas akan dilengkapi sistem pengamanan yang maksimal,” tambahnya.

Penyerangan di Kembang Kuning terjadi pada Minggu (26/11) sekitar pukul 16.00 WIB. Kejadian bermula saat petugas magang bernama Ardi mengontrol kondisi sel tahanan di blok C. Tetapi, petugas itu memergoki gelagat mencurigakan dari Tata yang hendak masuk sel.

Ardi yang menempuh semester akhir di AKIP melihat Tata sedang memegang handphone. Namun saat ditegur malah marah dan menyerang menggunakan gunting. Akibat kejadian itu, Ardi mengalami luka tusuk dan robek pada bagian tangan dan lengan kirinya.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge